Sudah masuk bulan ke-3 di tahun 2023, Maret–pembuka musim semi, cuaca perlahan mulai menghangat, semoga segala luka lekas memulih…,
Seperti biasa, Blog ini menjadi catatan kehidupan yang ingin ceritakan…,
Awal maret, lapas sebelah mulai berbenah, proyek pertanian kembali diaktifkan, setelah terhenti masa covid-19, dan para penghuni diliburkan, sekarang mereka mulai kembali berdatangan. Penghujung Februari lalu, para penghuni lapas terbuka mulai membangun rumah kaca, hari ini tepat diseberang pagar kawat yang memisahkan komplek dinas dan Lapas, mereka mulai bekerja untuk proyek kebun anggur. Ada excavator yang digunakan untuk menggali tanah.
Suara mesin dari sebelah cukup menganggu, tapi sudahlah, namanya juga hidup di komplek dinas.
Masih tahap diskusi terus sama suami, tentang rencana untuk keluar dari komplek dinas, nunggu beberapa bulan lagi, Maret ini pengajuan, semoga bisa lolos, kalau belum diizinkan pindah dinas, tetap harus keluar dari unit, karena masa tinggal juga dibatasi.
Beliau setiap pulang kerja, sering bawa kardus bekas atau karung hehehe, siap siap buat pindahan, kumpulin aja dulu.
Tempat tinggal pertama
Tempat tinggal pertama, di rumah mertua sementara, lalu rumah pertama kami selepas menikah adalah di İstanbul, menyewa satu flat kecil apartemen tua, sewa juga terbilang murah, 600 lira-, sekarang mana mungkin dapat harga sewa segitu. Di rumah sederhana itu anak-anak melewati masa bayinya, lahir dan besar di İstanbul juga. Kemudian babanya mengajukan mutasi ke İskilip.

‘2018-terakhir sebelum meninggalkan İstanbul–
Waktu pindahan, kakak ipar cukup banyak membantu beres-beres, sedang saya ngawasin dua anak saja yang ikutan sibuk ingin membantu, baju atau kain-kain cukup dimasukan karung. Banyak barang kami sengaja tinggalkan termasuk barang elektronik, pindah pun naik bis antar provinsi, tidak menyewa truk khusus. Semua barang berat kami tinggalkan termasuk peralatan di dapur, oven, kompor, mesin cuci piring, kulkas, mesin cuci baju, vacuum cleaner, lemari, dll, kalau dipikir sekarang, sayang juga sih, kenapa tidak dijual aja, tapi suami mikirnya lain, karena ada sebagian barang juga emang hibah dari kakaknya, dia pikir ngapain dibawa, karpet juga menggunakan karpet lama dari rumah mertua, lalu elektronik juga beli yang harganya murah. Buat beliau, sayang sewa truck pindahan, dihibahkan aja ke tetangga. Seperti ranjang Fatih kita kasihkan anak tetangga yang butuh.
Ketika pindah ke apartemen dinas, beliau beli baru semua-yang mana tentu saja menguras tabungan kami hahahah** tapi ya sudahlah. Emang niatnya juga memulai kembali-selama ini kebanyakan menggunakan barang second di rumah pertama.
Rumah ke-2
Jauh lebih besar dari rumah pertama, bangunan baru, lengkap dengan lift juga di gedung meski hanya tiga tingkat, setiap bulan dipotong dari gaji suami untuk sewa bulanan. Tidak gratis memang.
2 tahun lalu saya pernah cerita, suami nyoba ambil KPR, kalau di Turki program TOKİ nyebutnya, Komplek apartemen yang dibuat pemerintah, peminatnya cukup banyak, 2x daftar karena sistemnya undian, 2x pula tersingkir heheh, duh belum rezeki memang.
Barusan suami manggil lagi, tiba-tiba ngomong: gimana kalau pilih kota C.., astaga-.-” berubah lagi, tau lah terserah, ide-nya suka tidak terkendali.
Hey doakan kami ya, bisa pindah ke tempat baru yang lebih baik, ya ampun rasanya mau bulukan hahahaha, sebagai manusia modern, tinggal jauh dari peradaban disatu sisi terasa berat memfasilitasi pendidikan anak-anak terutama. Semoga bisa punya rumah sendiri juga, kadang berpetualang terus juga melelahkan seiring usia hehe. Bongkar pasang isi rumah.

Aaamiiin, semoga bisa pindah ke tempat yg lebih baik ya mba. 🤗 Ga enaknya tinggal di tempat yg agak terpencil memang dari segi fasilitas Yaa, trutama utk anak2. Dan ga asik juga kalo hrs pindah2 tiap Bbrp waktu. Memang capek sih
LikeLike