Apa yang bikin gemas belakangan ini di Turki? beberapa hari saya pantengin trending twitter lokal, tagar yang naik, tidak jauh dari kata Mülteci/pengungsi, semakin banyaknya jumlah pengungsi yang masuk Turki, disaat negara ini tidak sedang baik-baik saja secara ekonomi, tingkat inflasi yang tinggi ditambah beban pendatang ilegal, yang terbaru makin banyaknya orang afghanistan, pakistan dan juga suriah, Sebenarnya orang Turki ‘welcome’ saja dengan para pendatang, asal ga rese’, namanya juga bertamu, tapi kalau tamunya kurang ajar? gemas juga kan.
Terakhir, karena kasus video di tiktok, banyak dari para pengungsi ini, berbuat kurang sopan, merekam perempuan perempuan Turki, dan mereka pasang ekpresi wajah mesum, memicu kemaraham netijen lokal, pelecehan. Padahal perempuan yang mereka rekam tanpa izin tersebut, berpakaian cukup sopan, dress selutut, atau celana panjang, lihat wajah perekamnya saja, saya ikut jijik! apa karena mereka dulu terbiasa dengan perempuan afghanistan yang berburqa,tertutup rapat, ketika datang ke Turki, kelakuan sebagian pria-pria ini cukup meresahkah.
Sampai akhirnya netijen lokal membandingkan dengan para pendatang dari eropa, terutama ukraina yang juga mengungsi ke Turki, mereka cukup tahu diri bertamu di Turki, sebagian foto yang beredar,ada aktivitas mereka ikut serta menjaga kebersihan daerah yang ditinggali saat ini.
Saya ingat sekali beberapa tahun lalu ketika tagar #savesuriah naik di İndonesia, banyak lembaga membuka donasi, menjual kesedihan negara yang sedang berkecamuk, saya juga sempat kena sasaran sumpah serapah, netijen indonesia yang membabibuta nyerang pemimpin suriah dengan julukan julukan buruk lainnya, hanya karena menyampaikan opini di salah satu akun teman mahasiswa indonesia di Damascus, padahal jelas-jelas dia hidup disana, dan jauh lebih paham kondisi yang terjadi, dibanding si netijen yang mabok agama, dan merasa dia yang paling paham akan situasi dan kondisi dilapangan.
Kenapa saya akhirnya,memilah kata simpati? karena melihat dengan mata kepala sendiri, kelakuan para pemuda suriah yang masuk Turki saat itu, dimana negaranya sedang berkecamuk, oh mereka hidup santai satu kelurahan dengan saya di İstanbul, masih ingat di hari jumat, waktu ajak anak-anak ke park dekat masjid besar, di park bergerombol orang orang suriah, para pria. Agak membuat kami, para ibu yang sedang menemani anak-anak bermain kurang nyaman, waktu panggilan azan solat jumat terdengar, apa mereka beranjak ke masjid? nyatanya tidak. Tetap asyik ngobrol, bersenda gurau,tanpa mempedulikan panggilan solat, sedang kakek-kakek Turki yang juga nongkrong di gazebo park, mereka langsung beranjak memenuhi panggilan solat, gemasnya pas sekali dengan kondisi saat itu buka sosial media, postingan tentang donasi, dan menjual penderitaan perang suriah, ramai di media sosial indonesia, sedang dihadapan saya saat itu:astagfirullah aja.
Makin banyaknya pengungsi masuk Turki, jelas meresahkan, warga asli serasa jadi warga kelas dua, ditambah kebijakan ajaib pemimpinnya menjelang tahun pemilu, makin membuka pintu masuknya pendatang, sudah ditebak dijadikan alat politik mendulang suara juga.
Ekonomi sulit, ketambahan pendatang? apalagi perang Rusia-ukraina juga berdampak sekali, banyak orang kaya dari dua negara tersebut juga datang ke Turki, mereka rela merogoh kocek lebih tinggi untuk bisa mendapatkan unit sewa apartemen, bahkan disalah satu berita lokal menyebutkan, harga sewa apartemen di Antalya (Bali-nya Turki) melonjak tajam, dari 2-3 juta perbulan, Bahkan ada yang 40 juta perbulan, warga lokal tersingkir, ironi bukan. Apalagi PNS, hahaha, sewa apartemen 40 juta perbulan, harus punya tuyul online dulu mungkin, astagfirullah.
Dampak ke pendatang lain
Sebagai sesama pendatang, jelas berdampak juga, kalau warga lokal sudah muak dengan kelakuan ga sopan para ‘tamu’nya, semua bisa dipukul rata, tidak peduli asal negaranya, beberapa teman jadi was-was keluar sendiri, merasa aman jika jalan bareng pasangan. Dan berita terbaru, ada juga 3 orang yordania kena sasaran, padahal mereka tidak melakukan apa-apa, hanya menunggu taksi, belum tentu juga pengungsi, bisa jadi turis biasa, karena mungkin berwajah sama-sama arab, dipikirnya sama aja dengan pengungsi lain.
Katanya mau dipulangkan
İtu menurut berita yang saya baca, semoga benar juga, toh Suriah juga sudah kondusif, melihat dari beberapa video terupdate, orang yang berani traveling ke sana, Semua memang tidak lepas dari permainan politik, dan rakyat juga yang dikorbankan. Warga lokal harus bersaing dengan para pendatang, bahkan untuk memiliki rumah saja tidak ada kemudahan sebagai penduduk lokal, negara seperti tergadai, kemudahan memiliki property di Turki luar biasa.
Kalau saya tulis, İndonesia masih jauh lebih baik dalam tata kelola teritorial negara, Turki? bayangkan kalau pola yang sama diterapkan İndonesia, habis sudah semua tergadai dari sabang sampai merauke, di İndonesia, orang asing hanya bisa ditahap hak pakai bangunan, tidak bisa hak milik, di Turki?asal kamu punya duit banyak. Bisa!
Every country has it’s own problem
Sebenarnya ada persamaan antara İndonesia dan Turki, mendekati tahun politik, musim pemilu! sama sama menyebalkan, berita yang hot di Turki ya tentang pengungsi, ekonomi, isu hangat. Apalagi petahana sebenarnya sudah hilang kepercayaan dari warga lokal. Tapi kata si Baba, semua sama jeleknya, lah terus gimana maunya.
Di İndonesia? astaga….buzzer politik kagak ada istirahatnya goreng isu apapun, bahkan perkara solat idul fitri di stadion aja dibahas terus. Sudah kebayang nanti 2024, sepanas apa? kayaknya mending off sosial media, tapi saya baca juga isu pemilik baru twitter, kang elon musk, mau memasang tarif buat akun akun politik, nah bagus! kalau bisa akun bodong juga diberantas sekalian, mending isinya kucing kucing lucu aja yang sliweran diberanda hahah, ga apa-apa juga kalau akun gosip*eh.
Heran ga, saya kalau nulis tentang Turki asem manis,pahit, kagak jual konten çok şeker..yang manis-manisnya aja, sebab kehidupan nyata tidak seindah postingan disosial media, ada kreator konten baru yang membahas kampus-kampus Turki aja, saya cuma ngamatin, sambil diskusi dibelakang layar sama teman yang paham dunia pendidikan Turki, astaga, kalau saya jadi emaknya mending saya suruh kuliah di negara tetangga aja, yang secara mutu dan rangking kampusnya jauh lebih baik, disini menang suasananya aja sebagian heheh, kita sebagai emak-emak malah berharap anak-anak bisa kuliah di luar Turki, bisa di eropa gitu. Di İndonesia juga ga apa-apa asal masuk kampus favorit, atau di singapore , Malaysia, setelah dicek, loh kualitasnya masih lebih baik ternyata dari Turki.
Hidup di gunung banyak hikmahnya juga menjauh dari keramaian manusia, sejauh ini saya belum pernah mengalami perlakuan kurang menyenangkan warga lokal, karena gesekan banyaknya pendatang, ya iyalah rata-rata bermimpi tinggal di İstanbul, atau kota kota keren yang terkenal sebagai surga wisata Turki. Mana ada yang melirik daerah udik, udah jauh jauh dari kampung terpelosok di negara negara sebelah, masa datang ke kampung lagi, ya kota lah, İstanbul kota impian mereka. Terakhir yang saya baca dari BBC, ada 1.3 juta yang tercatat di İstanbul saja, jumlahnya udah ngalahin penduduk kota Çorum yang ditotal saja ga ada 1 juta, apalagi İskilip, tercatat hanya sekitar 20 ribuan penduduk saja. Menurut data statistik Turki (TüİK) 15.840.900 juta jiwa, ditambah 1.3 juta pendatang, wow sudah bisa membuat negara sendiri sepertinya, saya bandingkan dengan penduduk jakarta diangka sekitar 10,61 juta jiwa. İstanbul kota megapolitan dan terpadat di Turki.
Karena penduduk kota ini cukup besar, pertarungan politiknya juga paling ‘hot’ setiap pemilu di Turki, terakhir ketika pemilihan gubernur, kota istanbul jatuh ke partai oposisi, partai penguasa kalah di İstanbul, ini udah semacam ‘warning’ kalau İstanbul jatuh ketangan pesaing dan termasuk ibukota. Gubernurnya sampai sekarang selalu jadi bulan-bulanan buzzer politik partai penguasa- saya selalu mengamati trending politik di twitter Turki.
Begitu ya, isu yang hot di Turki menjelang tahun pemilu: Pusingnya ngatur pendatang, pengungsi membludak, pekerja ilegal,termasuk WNİ yang berdatangan juga untuk kerja dan banyak yang ilegal mengandalkan visa turis, lalu ngeluh gaji kecil-ya iya lah kondisi ekonomi lagi jelek gini– tapi ya ga kapok kapok, tinggal kerjaan para satgas KBRİ / KJRİ yang pusing ngurusin mereka, ketambahan ada juga kasus kDRT dari pasangan mix, nah ini yang kadang bikin kriting nulis, buat peringatan, agar hati-hati, jangan juga kepedean nyamperin ayang-ayangnya di Turki, Nasip dan jodoh orang ga bisa asal copypaste, setelah terobsesi gara gara maraton sinetron Turki atau maraton nontonin konten kemesraan pasangan mix lain. Taunya babakbelur, kenyataan ga seindah rayuan di sosial media. Be Smart girl!

Wah, ngeri juga yaa kalau musim pemilu disana. Ngebayangin warga pendatang terus sok-sok-an padahal bukan warga asli sana tuh, gimana yaaa?
Mau ditegooor, nantinya malah kita yang kena jotos. Kagak ditegoor, belagu gitu, hadeuh.
Kalian sehat2 yaaa disana.
LikeLike
yang ngerinya byk yg pervert ini say…ga sopan banget videoin cewek2 di jln, trus laki2 yg videoin pasang wajah mesum kyk gmn gitu…mabok2an jg trus gangguin org dijln, kalau yg ngungsinya baik dan santun semua mungkin ga masalah, model yg troublemaker ikut ngungsi dan bikin ulah, imbasnya bs ke pendatang2 diluar pengungsi jg, jadinya dijudesin orang lokal, tahun depan ni musim pemilu, panasnya ya dr skrg heheh
LikeLike
Dimana-mana kalau pemilu tuh, panasnya sejak beberapa tahun sebelum hari H, hihihi.
Ampun deh warga pendatang gak tau diri sih itu kalau bgitu kelakuannya, ggggrrrrr..
Semoga mereka segera balik ke negaranya. Sungguh meresahkan kalau ada hawa2 “mesum” kyk gt.
LikeLike
11 12 lah sama di Jerman banyak pengungsi juga. Pengungsi dari tahun seblumnya di relokasi buat pengungsi asal Ukraina. Pengungsi dapat duit bulanan, tempat tinggal gratis, rada bgm gitu klo lihat di supermarket mereka malah beli rokok & alkohol, emang sih bukan urusan aku jg mau diapain duit mereka wkwkw ..
Ayang-ayang Turki tetap diidamkan karena vlog2 wni disana, seakan hidup mix marriage bak permaisuri selalu haha ..
Semoga kalian ber 4 sehat selalu yaa 😉 .
LikeLike
jerman negara maju, ekonomi Turki dgn inflasi tinggi,ga stabil, wn lokal byk yg kehilangan kerjaan,tenaga ahli banyak yg cabut keluar negeri,ketambahan pengungsi, jadinya banyak kecemburuan sosial ka nel, wn lokal ditarikin pajak gede, berobat pake asuransi yg bayar tiap bulan, mereka dpt free,krn mungkin ekonomi turki yg ga stabil trus kebanyakan pendatang ya jadi masalah sosial lg
LikeLiked by 1 person
Nasib negara pertengahan dari mana-mana ya. Sebetulnya bukan semuanya salah pengungsi yang rata-tata culture shock. Yang patut disebelin adalah kekuatan asing yg bikin negara mereka porak poranda sehingga mereka harus mengungsi. Kalamazoo diperhatikan itu itu saja. Kasian negaranya dipecah belah. Moga-moga uni eropa termasuk Turki kedepan berani stand up punya pendirian sendiri supaya nggak tiap tahun kebanjiran pengungsi terus ya. Warga lokal juga yang jadi susah. Bail-baik mba Rahma sekeluarga.
LikeLike
Duh ya amplop auto correct nya ngaco belo *tata dan *kalau maksudnya ya wkwk
LikeLike
emang sih pheb, meski sebenarnya sejarah turki dr sebelum republik jg konon terbiasa nampung2 pengungsi,kadang ya digunakan pemimpinnya sendiri..tp dlm kondisi skrg, ampun warga sendiri terjepit dan kebijakan2nya yang ga berpihak ke wn lokal
LikeLike
Akupun udh mulai bersiap nih mba, bersih2 akun dari orang yg provokator jelang pemilu 🤣. Dan sepertinya bakal ga mau mudik dulu mendekati pemilu 2024 ntr. Yg kemarin aja ribut Ama keluarga gara2 aku dipaksa ngikutin pilihan mereka 🤣🤣. Padahal aku ga pernah ngejelekin pilihan mereka, eh seenaknya yg aku pilih di hina hina.
Jadi drpd nambah dosa, mending pemilu berikutnya, yg mana aku yakin bakal ribut lagi, mending ga pulang dulu 😂.
Aku suka nih baca perspektif dari sisi WNI yg tinggal di Turki. Jadi beneran tau kondisinya kayak apa. Ga cuma cerita yg manis2 aja, yg cuma dialami Ama turis 😁.
Repot juga Yaa kalo ketiban pendatang ga tau diri begitu. Dan aku cendrung setuju, mungkin mereka di negara asalnya udah terkekang banget, sampe di negara lain yg mana wanitanya ga ditutup total pake burqa kayak di sana, jadi lepas kendali deh. Lebih respect Ama pengungsi yg bisa membawa diri dan tetep sopan saat di rumah orang. Wajar aja kalo orang lokalnya jadi marah.
Tapi kalo masalah pemimpin negaranya, aku ga berani ngomong apa2 dulu deh 😅. Bukan fans nya, tapi aku tau yg memuja beliau banyak 🤣🤣.
LikeLike
wah serius pernah ribut sm keluarga gara2 beda pilihan:D kl saya di grup keluarga, skip2 aja..ada jg tipe sodara yg kayak gitu, dulu awal datang di turki nyari pengemis aja di kota suami susah banget, mereka ga mengadahkan tangan, drpada jd pengemis pilih jual tisu, baru 2 hari lalu jalan lg ke pusat kota wah udah nemu beberapa, di istanbul apalagi skrg..dgn membludaknya pendatang dan tekanan juga biya hidup tinggi, waktu suami msh kerja di istanbul kasus kriminal yg dilakukan refugees dr suriah udah banyak, apalagi skrg
LikeLike