Pas kapan nonton cuplikan video kang soleh solihun yang viral di podcastnya putri tanjung. Pemikiran kang Soleh yang sederhana bagi orang seperti si putri tipikal sosok yang berharap seseorang itu berkontribusi besar akan sebuah lingkungan atas pencapaiannya. Dia mungkin gemes sama jalan pikiran kang soleh ini.

ketika orang sibuk mengejar karir ini itu, ternyata ada juga sebagian manusia menjalani slow living , gaya hidup yang lebih menekankan kualitas daripada kuantitas. Nyantai gitu. Asal semua tercukupi, apalagi sih yang dicari. Loh kontribusinya untuk dunia bagaimana??

Kalau saya renungkan, apa saya juga seperti kang soleh ya?

Hidup ya gini aja, sesuai alur, tidak ada pencapaian besar, karir mentereng diposisi puncak. Saya juga punya teman yang tipikal ga bisa diam, harus berkontribusi ini itu, aktif dikegiatan sosial, organisasi dan sekarang nyemplung juga Politik, postingannya di sosial media tentang aktivitas hariannya, rapat sana sini, kumpul sana sini, gaya hidupnya tentu sudah beda jauh dengan sosok yang saya kenal dimasa kuliah, udah layaknya ibu pejabat wkwkw.

Ada juga yang otaknya bisnis terus, ga heran ekonominya juga jauh diatas saya, tidak pikir panjang untuk membeli barang yang dia inginkan, pekerja keras. Jarinngan bisnisnya udah luas.

Lalu ada juga pencapaian dalam bidang pendidikan, suami istri yang sedang sibuk menyelesaikan s3 di negara asing.

Ada teman yang diamanahi santri santri, karena bekat ilmunya mereka pun menjadi kyai, ustaz disegani.

İya sebagian itu kawan kawan saya.

Lalu saya?

İbu rumah tangga penuh waktu, tidak ada pencapaian dan kontribusi besar akan perdamaian dunia-.-‘

‘kalau saja…,’ ya kata yang pernah melintas dikepala, kemudian saya redam.

Tidak semua bisa berdiri dikaki yang sama.

Hidup saya biasa aja memang, cenderung tidak menarik.

Tidak populer, ah bisa dicek follower sosmednya hahahahah

bahkan untuk cerita kehidupan pernikahan beda bangsa, saya udah kalah besar dengan kreator konten yang bermunculan, mereka dengan rutin membagikan konten kehidupan pernikahan yang terbilang harmonis dimata netijen, dengan mudah juga penghasilan online didapatkan.

Rezeki segini aja, dibilang kurang..kok kayak ga bersyukur, alhamdulilah ga sampai kelaparan, msh bisa ngasih makanan bergizi ke anak anak.

Hidup ya tenang, ga perlu klarifikasi ini itu….,

İya biasa banget dan kenapa tidak ikut ‘nyemplung’?

Bisa jadi udah ‘masa’nya saya menjalani hidup dengan penuh kedamaian, usia juga mulai masuk kepala 4. Apalagi perkara privasy? ternyata saya termasuk orang plinplan, hasrat untuk memposting msh saja ada, suami sudah mengingatkan untuk private akun, tapi saya masih aja bandel.

Jelas dia tidak merestui perkara jadi youtuber kalau harus menjual cerita pernikahan dalam bentuk video**kalau dalam tulisan blog asli dia cuek krn ga ada gambarnya hahahahah* Ada hal yang bisa dibagi dan disimpan.

Dan berteman dengan teman blogger macam mba yo, mba deni, mba itje, banyak membuka pikiran, memilah cerita yang ingin kita bagi ke publik atau simpan saja untuk pribadi.

Menjalani kehidupan jadi orang biasa saja…

Saya jadi ingat kisah uwais al qarni, pemuda biasa biasa aja di zaman Rosululloh, dia mungkin tdk dikenal dibumi tapi dia terkenal dipenduduk langit.

Hidup dalam keseimbangan, mungkin ambisi saya tidak begitu besar di dunia

ya mau gimana.

Karena kalau melakukan pengandaian ..belum tentu juga saya bisa memerankan apa yang teman teman saya capai

udahlah

jadi orang biasa aja

asal suami sayang

anak sehat

ada tempat tinggal

apalagi ya…

oh ya, asal masih bisa makan kencur:V