Senin 10 juli, suami telpon lagi ke Balikesir, tanya kesediaan unit lojman. Lalu petugas yang ngurusinnya kirim email dan kita suruh milih unit kosong yang ingin ditempati, ada unit yang tidak boleh diisi karena khusus disediakan untuk pimpinan. Setelah itu dia ke kantor lagi ngurusin surat pengajuan untuk menempati lojman ditujukan ke pimpinan di Balikesir.
Prosesnya emang ga segampang sewa unit apartemen di luar, ini berkaitan sama biaya bulanan-yang otomatis dipotong dari gaji tiap bulan, jadi harus lewati prosedur. Biaya bulanan mencangkup: sewa unit apartemen, listrik, air dan pemanas: 3500 lira–sekitar 2 juta lebih dikit. Kita sudah tidak pusing mikirin tagihan listrik dan lainnya, karena itu bayaran total. Bandingkan jika kami sewa unit apartemen 10.000 lira belum dengan biaya listrik, air, gaz, dan bayar perawatan gedung.
Sebenarnya di pusat kota Balikesir, masih banyak unit sewa dibawah itu , karena kita juga mempertimbangkan kondisi ekonomi Turki dengan inflasi tinggi, harga pasaran apapun sangat fluktuasi, lalu mikir berdua: Kita cari aman dulu tahun -tahun ini.
Doa dikabulkan
Suami, begitu dapat pengumuman lulus mutasi (tayın) langsung cari info sewa apartemen di Balikesir, lalu ada kawan seprofesinya yang sering dia telpon untuk minta pendapat karena si kawan ini sebelumnya tugas di Balikesir. Nah masalahnya dia kasih daftar mahalle–semacam kelurahan gitu di pusat kota, mana aja yang rawan tindak kriminal. Jadi setiap lihat daftar harga sewa apartemen yang kita cocok lalu cek alamatnya. Olmazzzz…, karena alamatnya masuk di daftar hitam pemberian kawannya itu, ribet juga sebenarnya, ya memang rata rata harga sewa di daerah tersebut terbilang terjangkau, ada yang cocok dan kepaksa dilepas ya apartemen di komplek Toki itu. Belum rezeki saja.
Ditambah ibu mertua pas dengar unit sewa yang ingin kita ambil adalah lantai 11, beliau ga menyarankan dan kebawa pikiran musibah gempa bumi awal tahun lalu yang melanda Turki. Dan Balikesir juga masuk daerah rawan, ya gimana ya, hampir seluruh wilayah Turki memang potensi gempa ada. ibu mertua keberatan, berasa kok sulit banget cari unit sewa Beliau bilang: tinggal di lojman lagi aja, ekonomi juga sedang ga bagus. Pas cerita ke kakak ipar, reaksi mereka juga sama, penuh kekhawatiran. Ya udah lah nurut aja. Akhirnya balik akan tinggal kembali di apartemen dinas atau lojman.
Pas lihat daftar penghuni apartemen dinas, saya bilang sama suami: ” tuh keinginan kamu terkabul, apartemennya aman insha allah”
kenapa? karena mayoritas penghuninya jandarma:V** tenaga keamanan dari militer**lebih tepatnya mirip polisi militer. Duh ini calon maling sepertinya insyekurrr duluan mau masuk gedung’
Ya jujur saja, awalnya tentu saya ragu, keberatan, kenapa harus di lojman lagi, tapi juga harus realistis sama keadaan dengan situasi sekarang. Setelah proses panjang pencarian rumah berujung menempati lojman kembali. Pertimbangan lainnya, karena lokasi juga tidak bisa dibilang jauh dari pusat kota Balikesir, daerah kota kecil penyangga-25 menit berkendara , tanpa macet 21 menitan. Masih lebih dekat dibanding İskilip -Corum merkez, butuh 1 jam kurang berkendara, 56 km lewat jalan pegunungan.
Jadi saya pikir, masih bisa bolak -balik ke pusat kota. Sebenarnya sudah teruji juga kan kalau warga jabodetabek…jarak segini belum seberapa hehe, dulu kerja di daerah jakarta utara- Angke– PP dari Cisauk naik kereta, berangkat pagi pagi buta.
İmpian dan realita kadang memang belum bisa sejalan, sekarang mikir hal hal lain saja, kalau dibilang bagaimana suasana tinggal di lojman, ya kurang lebih sama. Karena provinsi Balikesir juga banyak sekali lokasi wisata, pantai, gunung, sepertinya bisa kami jelajahi kembali, tidak semembosankan iskilip-Corum yang memang kurang populer sebagai area wisata. Semoga akan lebih banyak cerita petualangan seru dan baru…., ”it is only short Trip, Enjoy it”
Nanti sambung lagi cerita pindahannya

Waah murah memang kalo udh include semua ya mba. 👍. Sebagai penganut untuk urusan begini cari yg murah aja asalkan aman, aku pasti semangat kalo bisa dpt hunian begitu 😄😄. Apalagi banyak semacam militernya juga yg tinggal 😁👍. Plus poin tersendiri.
Aku serem pas baca cerita sebelumnya yg rumah di rampok sampe ga bersisa. Itu tetangga pada disirep atau memang ga peduli samasekali toh. Bingung loh. Kok bisa…
Aku awal Januari ke Turki lagi mba, tapi hanya transit sehari 😄. Jadi cuma Istanbul doang. Cuma sekalian mau cari rose oil yg waktu itu aku beli, tapi yg beli pertama kali di daerah penghasil mawar itu, apa ya namanya? Kok lupa aku. Nama tokonya munirah. Jauh dr Istanbul. Tapi berharap di Istanbul ada yg jual rose oil kualitas bagus juga. Aku cocok bgt soalnya pake itu.
LikeLike
wah jadi kemana lagi? eropa apa mongolia???
LikeLike