Akhir tahun, mari ceritakan perjalanan 2022 ditahun ke-11 pernikahan, hahah ngakunya bukan orang romantis, tapi percayalah ketulusan itu nyata adanya…, dih jangan geli ya.
Setahun ini, perjalanan rumah tangga kami ya masih sama, diterpa problem ekonomi negara tinggal jelas memberi pengaruh ke kami, mengatur keuangan, membayar hutang, untuk mudik? belum terpikirkan. Suami baru menyanggupi satu tiket plus akomodasi untuk saya, jika memang ingin mudik. Tapi membeli tiket sekeluarga, jujur masih berat.
Awal tahun, saya masih mengurusi pengobatan gigi, bolak balik ke kota tetangga ditengah badai salju karena sudah ada janji, suami yang setia mengantarkan, ya siapa lagi. Masih ingat dengan foto yang saya posting dicerita awal tahun:

Ada mobil tergelincir di jalanan bersalju…, tegang!
Kalau tidak karena dia peduli sama istrinya, harus menembus badai salju, jalanan licin, demi kesehatan istrinya dia terobos semua heheheh lebay ya, bisa saja minta jadwal ulang di musim semi atau musim panas.
Kemudian, ketika dia bilang, untuk liburan musim panas mungkin tidak ada dulu tahun 2022, tapi melihat raut wajah istrinya yang rindu berpetualang, ga tega kan hehhe, tetap jatah liburan tidak boleh diganggu gugat.
Dia masih pria yang sama, tempat berbagi cerita dan berbagi tips yang menyesatkan, belakangan kami juga berbagi daily skincare, karena usia hanya terpaut 3 bulan, menua bersama, mulai menghitung uban, si Alya pernah saya tugaskan menghitung dan mencabut uban, dia hitung ada 12, sedang dikepala suami: sudah tak terhingga.
Saya emang terlihat ‘lemah’ dimata orang, pendiam, pasrahan gitu orang mengiranya, tapi sebenarnya setiap keputusan besar dalam rumah tangga, keputusan akhir selalu dibalikan ke saya. Kata dia, jadi sering kualat kalau ga dengerin istri….hahhahaa. Jika akan mengambil langkah besar tanpa diskusi dengan istri, orangnya berasa dihantui, dan selalu saja berakhir kurang menyenangkan.
Seperti membeli suatu barang? dia pernah membeli mesin pemanggang roti, dengan kurs lama, harganya lumayan mahal. Saya tidak diberitahu dulu, pulang bawa mesin ini, dan tau hasilnya? sekarang rusak! sering saya ungkit kalau dia mau beli barang elektronik hahah, terakhir dia beli HP baru, minta pendapat saya dulu untuk perbandingan sebelum melakukan transaksi! mungkin sebagai perempuan saya diberkahi insting menakar untung rugi, maklum anak pedagang.
Kami tidak berteman di sosial media khususnya instagram, akun dia sudah saya block! hahahah ga ada romantisnya ya, ga bisa nge tag pasangan gitu? cukup lah via WA dan DM messenger, itupun sebenarnya messengernya dia saya gunakan untuk menyimpan tautan link produk, video. Saya tidak install app facebook di HP, buka FB hanya ketika di rumah dan didepan PC saja, jadi ketika ingin menyimpan link, ya saya kirim ke messenger suami. Twitter? dia tidak perlu tahu saya main twitter. Tidak ada koneksi erat di sosial media? apakah hubungan kami bermasalah terus?
İnsha Allah enggak sih! semakin bertambah umur, rasanya menyenangkan menyimpan hubungan dalam lingkup pribadi, ya kecuali di Blog ini aja kadang sebagai tempat curhat, iya curhat, heheh, ini masih curhat saja orangnya, ampun:P
Apa api asmara tidak meletup dan semenggairahkan seperti diawal jatuh cinta?(ampun bahasanya hahahha)
Jatuh cinta setiap bulan, terutama tanggal gajian-eh***
Orangnya tetap membuat saya jatuh cinta , nguyel nguyel kepalanya, narik hidungnya, random kirim gambar, saling memamerkan lemak perut, obrolan apapun seru aja dibahas, belakangan saya baru menjelaskan teori PMS, fase nya apa saja, tetap menyenangkan ngobrol dengan beliau, sambil menertawakan kehidupan yang kita jalani kadang suka random. Ngayal jadi milyuner, keliling dunia.
Ketika memeluknya, doa saya selalu sama: semoga bisa terus membersamainya hingga usia senja, melihat anak cucu, pergi haji bersama, keliling dunia, masih banyak impian yang belum tercapai semua, semoga panjang umur agar bisa memanfaatkan jatah umur yang tersisa berdua.
Ah klise dan sederhana sekali memang pikiran saya.
