Dulu saya pernah berpikir bekerja sebagai diplomat atau menjadi keluarga diplomat yang sering dipindah tugaskan, semenarik itu, kaya akan banyak pengalaman hidup, suasana baru, lingkungan baru dan tantangan baru, sebatas itu saya berhayal, tidak meminta jodoh spesifik diplomat juga sih heheh.
Kalau bahas berpindah-pindah tempat tinggal, semenjak tahun 1995 saya sudah memulainya, ketika lulus sekolah dasar dan melanjutkan pendidikan di Yogyakarta, saya tidak berangkat sendiri, tapi bersama para sepupu, kami dipesantrenkan dan ada paman terkecil yang diamanahi kakak kakaknya untuk menjaga kami semua, awal hidup di Yogyakarta dibawah pengasuhan paman yang ketika itu berstatus mahasiswa, mulai dari mengatur uang saku kami, dan jadi wali murid juga, kalau keponakannya bandel tinggal lapor ke kakak kakaknya.
Lulus Mts bertepatan krisis moneter dan kerusuhan di İbukota, sebagai warga pinggiran İbukota dan merasakan imbasnya, orangtua kami banyak yang khawatir, apalagi kabar di Solo juga terjadi kerusuhan, Yogya saat itu terbilang lebih aman kondisinya dibanding Solo, Sebagian sepupu dipanggil pulang dan melanjutkan sekolah di daerah rumah, tapi saya pilih bertahan, waktu itu ingin lanjut ke jawa timur, Kediri atau Jombang, tapi orangtua keberatan, hanya diizinkan di Yogya saja, karena lebih jauh katanya kalau pilih pesantren di Jawa timur. Ya singkat cerita masa SMA saya di yogya juga, saat itu tinggal di Pesantren yang lebih kecil dengan mayoritas santrinya adalah mahasiswa, jadilah pergaulan saya masa SMA tuh teman temannya udah kuliah kebanyakan. Kadang juga diajak nimbrung diskusi mahasiswa, bedah buku, teater, sampai diajak masuk kuliah umum-.-‘ mana saya ga ngerti kan bahasannya. Jadi nyamar lah ngaku ngaku mahasiswi kampus sebelah.
Lanjut ketika lulus dan bekerja, memutuskan kembali untuk memilih kost dibanding harus pulang-pergi ke rumah, jalur padat Cisauk-Serpong sampai Tanah abang, dengan segala ceritanya, dari kepadatan isi Krl dan langsam sampai cerita kereta mogok karena jalurnya terendam banjir, sudah saya lewati semua, Belum cerita beli sarapan di Palmerah, saking segarnya sayur di warteg pagi favorit para pekerja kantoran, saya beli sayur kacang dengan bonus ulat ijo-.-” semua cerita kehidupan saya di usia 20an hingga menjelang akhir 20-an dan bertemu Jodoh.
Dan setelah saya runut kehidupan saya semenjak lulus SD, ternyata memang saya tidak pernah menetap lama dengan orangtua, hidup saya berpindah-pindah terus, saya pernah terbersit ingin melanjutkan kuliah di Bandung, tapi orangtua lebih percaya saya kuliah di Yogyakarta saja, hanya gara-gara tetangga yang pernah kuliah di Bandung, cerita tentang masa kuliahnya di Bandung, pergaulannya. Orangtua jadi khawatir, padahal kalau dipikir, di Yogyakarta juga sebenarnya tidak jauh berbeda tentang pergaulan anak mudanya saat itu, kalau urusan ini kan tetap tergantung si anak dan pilihan teman dan juga lingkungannya saja.
Saya hidup berpindah, dari Pesantren ke kost dan kost, Jakarta juga Kost lagi, kemudian Berjodoh dengan suami, Rezeki yang dia jemput lewat pekerjaannya bisa berpindah pindah wilayah tugas, Awalnya tinggal sementara di rumah mertua, lalu kita hidup mandiri pindah ke İstanbul, lanjut ke tempat saat ini, dan setelah disini, masih belum jelas akan pindah kemana lagi. Masih dalam pertimbangan, karena terus terang, kami masih berat untuk memilih pindah kota lebih jauh, Mertua dua duanya sudah tua, sebagai anak bungsu, Beliau hilir mudik menjaga mereka, jarak 1 jam perjalanan dari lokasi kami saat ini. Jika salah satu dari mereka harus ke rumah sakit, suami dengan waktu kerja lebih flexsibel, bisa dengan mudah menjemput mereka dan mengantarkannya, karena mengandalkan suami ipar masih sulit, mereka bekerja penuh, hanya ada waktu luang di akhir pekan.
Pertimbangan kedua orangtua tentu saja, fisik mereka tidak bisa kami samakan seperti 11 tahun lalu, saat ini masih menunggu kabar kejelasan kakak ipar yang tugas di kairo, jika benar balik Turki karena masuk masa pensiun, paling tidak beliau ada, untuk lanjutkan tongkat estafet menjaga orangtua, memilih pindah beda kota masih lebih tenang, karena ada kakak ipar yang menjaganya.
Pilihan tempat tugas
İni yang jadi pertimbangan beliau, tempat yang dia inginkan cukup jauh, sedang jika pindah ke tempat dekat orangtua, dia kurang suka tipe lapas-nya, ya mungkin ada per-gosip-an di lingkungan instasinya, mana lokasi yang ideal atau tidak, mereka bisa milih untuk pengajuan. Saya pernah mengusulkan beberapa lokasi kota yang jaraknya 2- 3 jam dari lokasi mertua, sayangnya menurut beliau kurang bagus lingkungan kerjanya. Antara ragu untuk pindah ke pusat kota Corum atau pengajuan pindah beda kota, pertimbangan ya karena orangtua, meski kurang suka dengan tipe lokasi kerjaanya.
Tempat yang dia inginkan sama persis seperti lokasi saat ini, lebih ke Balai pelatihan kerja, di İstanbul tipe lapas yang isinya narapidana berat, pernah ada kejadian pelemparan bom-.-” apalagi jika ada tahanan politik atau separatis. Pulang kerja bawaannya aura stress terus.
Kenapa ga bertahan saja terus di tempat sekarang?
Ada banyak sekali pertimbangan, terutama pendidikan anak, fasilitas pendukungnya masih terbilang kurang memadai, sekelas kecamatan di gunung pula, anak-anak rekannya ketika masuk SMP, orangtua mereka pilih mengajukan mutasi kerja untuk pindah ke daerah yang lebih besar, oh ya ditambah mobil antar jemput anak SMP akan ditiadakan, karena anak usia SMP di komplek banyak yang pindah. Makin mikir kan si Baba. Dia nyaman aja kerja, tapi mikir anak, pindah dekat orangtua demi bakti, ga yakin dengan lokasinya karena review rekan rekan seprofesinya kurang bagus. Galau lah beliau yang bukan sembarang beliau ini. Saya bertindak sebagai dewan penasehat saja ketika beliau curhat, İstri kan ikut suami kemana saja dia tugas kan.., orangnya ga bisa masak soalnya hahahha nasip.
Jadi akan kemana selanjutnya, beliau masih galau sampai akhir tahun ini….
kemana…kemanaaaaaa kemanaaaaaaa..tererojenggggg…..

Paling cape itu penantian ya…moga2 dapat tempat yang enak dan sesuai untuk sekeluarga
LikeLike
iya ..yg deket mertua lingkungan krg sreg, yg bagus yg jauh..jd galau milih lokasi
LikeLike