Diusia saat ini, tidak ada pencapaian saya sebagai pribadi yang luar biasa, terkenal, dikenal, banyak follower? lihatlah akun instagram saya, ga sampai 500 followers kok, facebook ya lumayan diangka 1000an, twitter 500an, begitu juga akun youtube, saya ga punya tiktok. Bukan pula pusat perhatian, sekarang akun media sosial yang membahas tentang Turki sudah banyak banget, apalagi vlogger pasangan mix, ramai ramai jadi konten kreator. Silahkan saja.
Saya sempat membuat Blog berbayar, tapi kemudian memutuskan rehat seiring inflasi tinggi, apalagi jasa hosting Blognya memasang tarif dollar, dengan perbedaan kurs yang lumayan jauh dollar vs lira, pilih mundur dulu, nyatanya saya tetap aktif nge Blog di wordpress, soal pendapatan di internet, ya emang seret heheh, main microstock belum bisa cair karena dagangan fotonya belum mencapai batas minimun.
Sempat iri ga waktu teman cerita penghasilannya cukup menjanjikan dari konten yang dia buat?
Ehm biasa saja, rezeki tiap orang tidak akan tertukar, si teman menghasilkan banyak uang, karena saya paham juga kondisi dia dan keluarganya, lalu saya? meski ingin juga bisa menghasilkan banyak uang, supaya kebeli rumah, saya selalu percaya,rezeki ada jalurnya sendiri nanti.
Suami? ya alhamdulilah mencukupi kewajibannya memberikan nafkah, pas butuh ya alhamdulilah ada aja rezekinya.
Waktu saya cerita ke dia tentang pencapaian teman-teman yang banyak menghasilkan uang dari konten videonya, ya dia juga biasa aja responnya, karena pemikiran dia tentang: area privasy, mungkin bagi banyak orang, wajar saja dan sudah jadi hal umum kok, bahkan artis-artis juga.
Ok pemikiran setiap orang ga bisa disamakan, bagi beliau tetap harus ada batasan yang diterapkan. Semacam keinginan posting foto juga, tidak semua layak untuk dibagikan, apalagi anak. Seperti liburan bulan lalu, nyaris tidak ada foto anak-anak yang sedang main di pantai dengan pakaian terbuka, hanya pas sore hari ketika matahari terbenam dan foto siluet. Dia sih ga sadar aja kalau sering diceritain istrinya di Blog dari dulu, asal jangan dalam bentuk banyak foto dan video hahahah.
Pandangan hidup kami
Karena sadar usia kami berdua sudah tidak bisa dibilang pasangan muda lagi, tapi belum lah masuk grup pasangan jompo juga. Pikiran kami tentang masa depan sederhana saja, tidak ada obsesi berlebihan di dunia, tapi target besar di akhirat harus ada, masuk surga! amin!
Seperti saya ini loh, bukan tipikal mamak mamak lincah yang semua pekerjaan diambil asal bisa menghasilkan uang, tipikal santai, jadilah golongan biasa-biasa saja, otak juga ke selevel maudy ayunda. Ga bisa pamer pencapaian di sosial media.
Saya sama suami tuh, tau dah kenapa gitu...
Ketika buka twitter saja, wah banyak banget pencapaian teman teman, semua sosial media gitu.
Saya cuma mikir, aduh udah mau 40 tahun aja, eh besok masih hidup ga ya? heheh, lah ngapain ikutan nimbrung kehebohan orang lain, kalau ada yang ‘ ribut’ aja bawaannya ya: ehmm…mending gw nonton drama aja dah, drama apa nih yang rame.
Kami biasa duduk santai, dia yang rebahan di sofa, kemudian saya tiba tiba nimbrung langsung diatas perutnya hahah, enak aja ngedudukin, tarik tarik hidungnya, iseng sambil hitung uban, dan bahas kerutan di wajahnya ” ah yaşlı adam” kemudian kita scroll sosial media berdua, bahas hal receh, kadang bahas politik dengan bahasa yang sederhana saja. Apa ya,…. saya bersyukur saja dengan kehidupan yang sedang dijalani, dari sisi materi ya emang tidak berlebihan juga, tempat tinggal masih di lojman, masih ga jelas akan menetap dimana nantinya.
Seperti hari ini, rencana suami mau membelikan satu set blender plus mixer lagi, cek harga di marketplace, harganya naik 2x lipat dari pertama beli, kemudian saya bilang, mesin utama ga rusak, masih nyala kok, cuma pemutarnya kena panas dan meleleh, kemudian saya cari video di youtube tentang blender set, penggantian kopling gigi- merk blender yang kami punya, dan ternyata bisa diganti sendiri, hanya dengan mengeluarkan uang dibawa 40 lira untuk membeli kopling gigi-ini terjemahan googlenya ya, bahasa turkinya Dişlisi Kaplin. Kalau beli blender set baru harganya hampir 2000 lira, jadi lebih hemat bukan. Kami cukup perhitungan untuk pengeluaran rumah tangga-selain bağlama kemarin—asli masih bahas juga keselnya hahahah—
artinya ya emang keuangan kami tidak seperti sultan andara-.-‘
Tapi kalau dibilang miskin, kok ga bersyukur banget hidup, masih bisa main internet juga, meski hp nya hp kentang goreng, anak-anak bisa sekolah ga buta huruf, masih bisa jalan-jalan meski belum keluar negeri, masih bisa makan enak alhamdulilah, meski cuma dicocol sambal terasi*hee
kalau untuk selera makanan, kenapa jarang order makanan nusantara? bukan karena pelit, ya emang sayanya biasa aja sama kulineran dari dulu, bukan pecinta tempe sejati, apalagi nasi padang–iya biasa aja, kalau mau bakso pilih bikin sendiri, bahan bahannya dibeliin kok, saya dan kulineran itu hubungannya ya biasa saja, makanya payah banget kalau review makanan, cuma tau enak dan enak banget.
Hidup kami yang sekarang sedang dijalani, adalah takdir kehidupan, menjalani peran masing masing saja, meski jadi ibu rumah tangga dan melepaskan karir, ga apa-apa, jadi kenangan aja cerita masa kerja kantoran, di rumah, urus anak dan suami, ikhlas aja, paling kalau capek obatnya diajak jalan aja udah senang, kalau mogok dengan kerjaan rumah ya ga ditegur, soalnya kalau ditegur saya ngamuk hahahah, jadi cukup tau diri diambil alih.
Kemudian mikirin dosa yang makin numpuk aja-.*’ lagi lagi balik ke usia, pemikiran kita udah ditahap, mending sibuk sama diri sendiri daripada sibuk ngurusin hidup orang, perkara dunia sih ga akan ada habisnya dikejar, selalu ada inovasi terbaru, selalu ada kompetisi.
Setiap orang punya jalurnya sendiri, waktunya sendiri, menepi dari keriuhan dan tidak mencolok bukan berarti tidak bahagia.
Usahakan hidup tetap kita yang pegang kendali, bukan sosial media…,

Saya buka twitter kenapa isinya bucing-bucing pemilik kucing-kucing cerdas dan terlatih…apakah itu juga pencapaian…..
LikeLike
buka twitter buat tau dunia…nah tadi aja baru tau ada cincin buat nippe-.-‘ astagaaa
LikeLike