Pernah camping? saya terakhir kali kalau tidak salah ingat, masa SMA, ada acara di kaliurang, Yogyakarta, camping cuma sehari, kena biduren juga, gara gara kedinginan sepulang hiking. Lalu zaman SD, ikut acara pramuka, pengalaman yang saya ingat camping waktu SD, waktu susur sungai, lah ada kotoran ngambang, hahaha ga enak banget ya pengalaman kamping di masa sekolah.
Ketika sudah berkeluarga, akhirnya saya camping lagi, kali ini camping sekeluarga ajak anak-anak, niat camping ini bisa dikata ‘mendadak’. Tahun ini rencana liburan musim panas memang pergi ke pantai, menginap satu hari rasanya cukup, tapi si baba tiba-tiba terlintas ide untuk camping sekeluarga, padahal kami berdua minim sekali pengalaman, ya selain masa sekolah dulu. Alat-alat camping? tentu saja belum punya, jadilah order dulu di marketplace.
Cerita awal persiapan camping keluarga
Si Baba order tenda yang portabel, untuk 4 orang, jadi praktis modelnya, selain itu dia juga jaga-jaga pinjam tenda temannya yang untuk 2 orang. Kemudian kami juga pinjam tup gas untuk masak, lalu kasur angin demi kenyamanan anak-anak, untuk lampu?kami belum punya. Sederhana sekali persiapannya memang. Sisanya peralatan masak, dan kebutuhan pribadi lainnya.

Kami berangkat dari rumah hari ahad pagi tanggal 21 agustus, dari iskilip ke pusat corum terlebih dahulu, kami sarapan sebelum berangkat menuju samsun, kurang lebih 2 jam perjalanan, karena ada acara agustusan yang ingin kami hadiri di kota samsun bareng adik-adik mahasiswa dan teman teman WNİ di samsun. Sebelumnya si Baba sudah booking misafirhane milik salah satu BUMN Turki di samsun, untuk penginapan semacam wisma yang dikelola pemerintah, kami memilih tempat menginap ini tentu saja dengan alasan hemat, berbekal kartu identitas anggota pegawai sipil Turki, karena saya WNA bukti ikamet dan buku nikah diminta, untuk family room kita dikenakan tarif 170 lira per-malam, cukup murah dengan lokasi strategis dipinggir jalan besar. Menghadiri acara agustusan dan ramah tamah sesama WNİ, kami menginap sehari di kota samsun.
Pagi hari, kami langsung memulai petualangan menyusuri pesisir laut hitam, camping ini awalnya alternatif saja, karena ketika si baba booking penginapan misafirhane semacam polis evi, oğretmen evi semua penuh di kota kota yang ingin kami jelajahi. Maklum kondisi ekonomi negara Turki yang sedang inflasi, memanfaatkan ‘privilege’ sebagai pegawai negeri sipil dan dapat harga lebih murah jika menginap di hotel atau wisma yang dikelola pemerintah tapi ternyata penuh semua, menurut teman harus booking sebulan atau dua bulan sebelumnya itupun kalau beruntung, namanya musim liburan pasti penuh semua, jadilah kami pilih camping.
Lokasi camping pilihan
Setelah mencari informasi di sosial media, baik youtube atau lainnya, lokasi camping yang pertama kami datangi adalah : Cinarsuyu camp alanı di daerah ünye-Ordu.
Lokasi camping ini berbayar, perhari dikenakan tarif 90 lira, dengan fasilitas air bersih, toilet bersih, air panas, tempat mencuci, lampu, mushola. Toilet cukup bersih, lingkungannya juga lumayan bersih, karena setiap pagi, ada petugas kebersihan yang mengumpulkan sampah, dan juga membersihkan toilet. Terus terang kami masih amatiran untuk camping di alam bebas, masih mencari lokasi camping keluarga yang dikelola pemerintah lokal maupun swasta, jadi ketersediaan fasilitas penunjang itu wajib, apalagi bawa anak-anak. 2 hari kami camping di cinarsuyu, lokasi persis di dekat pantai, disepanjang pesisir pantai,banyak lokasi camp baik yang berbayar atau gratis yang tentu saja tidak ada fasilitas penunjang, tempat karavan atau pilih tenda. Anak-anak dan si Baba main di pantai sepuasnya bahkan sampai malam.

Dan saya juga bisa menikmati waktu malam hari dipinggir pantai, rebahan di kursi selonjoran, sambil menikmati debur ombak yang tenang, memandang bintang-bintang di langit yang cerah, malam yang sempurna.
Lokasi camping ke-dua yang mengecewakan
Lebih tepatnya karena kesalahan si Baba yang ga ikutin saran saya untuk booking camp alani yang kami tuju, dia sukanya dadakan, begitu datang ke golge kamp alanı, ternyata penuh semua, termasuk kamp alanı terdekat, lalu kami disarankan ke masa kamp alanı yang masih sepi, untuk 1 malam kena tarif 200 lira, sayangnya minim fasilitas, hanya ada toilet, tidak ada kamar mandi dan air hangat seperti di cinarsuyu, hanya ada tempat bilas dipinggir pantai dengan air biasa. Colokan listrik disediakan sayangnya tidak ada fasilitas wifi, sedang di kamp alani yang ingin kami datangi, semua fasilitas lengkap termasuk wifi, cukup sehari saja disini.

Lokasi camping ke-tiga, cukup lumayan
Tujuan kami ke uzungöl, lokasi wisata danau yang cukup terkenal di Trabzon, ternyata jarak uzungöl dari pusat kota Trabzon cukup jauh kurang lebih 99 km , berada diujung wilayah Trabzon lebih dekat ke wilayah penghasil teh terkenal Turki,: Rize. Dari jalan utama (sahıl yolu)-jalan raya pesisir pantai yang menghubungkan antar daerah di pesisir laut hitam/ Kami masih harus menyusuri jalanan pegunungan menuju lokasi tujuan, Danau panjang (uzungöl)

Si Baba sempat bertanya lokasi kamp alanı seputaran uzungöl, karena lelah juga nyetir kalau langsung pulang ke arah Trabzon, oh ya sebenarnya kami sempat nyoba reservasi beberapa penginapan/misafirhane incaran kami sekitaran Trabzon dan kota kota terdekat seperti Rize dan Bayburt, semuanya penuh, sedang untuk di area uzungöl reservasi dadakan rasanya sulit karena full turis terus, terutama turis arab yang mendominasi, Dan memang niat awalnya cari kamp alanı saja, ternyata ada, yang terdekat dari uzungöl bertarif 100 lira permalam, daerahnya pinggir jalan, dekat area penginapan yang berjejer, si Baba mengemudi terus menuju arah daerah aliran sungai sampai akhirnya kami melihat ada sebuah park besar dengan berbagai permainan, melihat ada sebuah tenda yang berdiri, kami inisiatif bertanya ke petugas, ternyata diperbolehkan untuk pasang tenda diarea Park ini, dengan tarif 150 lira permalam, ada toilet dan wifi, lampu di park juga cukup terang benderang.

Kami bermalam di sini, pasang tenda, fasilitas cukup lumayan, ada sungai jernih didekat park, kabut turun begitu hari mulai gelap, udara cukup dingin layaknya dipegunungan, akhirnya bawa jaket kepakai juga, setelah sebelumnya tidak terpakai di area pantai, karena malam juga tidak terlalu dingin.
Gara-gara Baba
Setelah semalam camping di lokasi park ini, subuh kami sudah siap-siap untuk melanjutkan perjalanan, saya pikir semua barang sudah masuk di bagasi mobil, hingga akhirnya baru tersadar ketika perjalanan sudah cukup jauh, kami ketinggalan jemuran hahahhahah, asli menyebalkan sebenarnya, baju renang kami sekeluarga termasuk daleman-.-” dan 1 kaos saya dan si Baba ketinggalan, Dia menjemurnya di daun daun pohon yang cukup besar, dan posisinya agak pojok cukup aman untuk tidak terlihat pengunjung park, untuk putar balik dengan jarak 99 km, pikir ulang, mending relakan saja dan beli baru lagi nanti. Sambil menahan sebal kami juga menertawakan seandainya para petugas kebersihan menemukan jemuran kami, saya awalnya sudah melarang dia untuk buka plastik jemuran yang belum cukup kering sisa dari pantai kemarin, tapi si baba ngeyel,harus menjemurnya, padahal hari juga sudah sore, turun kabut, mana kering? Dan terbukti, dia kelupaan. Tapi sebelumnya kami juga kelupaan talenan plastik di cınarsuyu, lalu botol minum di uzungöl waktu pilih magnet kulkas di toko suvenir.
Makan apa aja selama camping
Berhubung tidak terdokumentasikan semua, menu makan kami sederhana saja, hari pertama beli pop mie di sok market, stok indomie dan saya buat seblak untuk makan dipinggir pantai hahahah, İndonesia banget ga sih.

Beli dada ayam, lalu buat tavuk sote, si Baba sudah beli roti juga, kemudian buat nasi ayam, anak-anak minta ayam tepung-.-‘ tapi kan lupa ga bawa tepung, akhirnya malah buat tepung dari İndomie yang dihancurin hahah sekreatifnya aja. Sarapan buat menemen-kebetulan bawa stok beberapa sayur yang kami angkut dari isi kulkas rumah, untuk si baba sebagai orang Turki, tetap dong minta teh, saya juga bawa stok teh 2, teh hijau sama teh hitam, untuk teh hijau jenisnya teh celup, lebih simpel dibanding harus membuat teh ala Turki, kami juga tetap bawa çaydanlık-satu set teko untuk teh turki (rempong ya)
Buat kentang goreng juga, lalu sayur terong, ya manfaatin stok sayuran yang kami bawa, tidak lupa telur, oh ya saya ga ketinggalan bawa kencur bubuk dan cabe bubuk, untuk mengolah indomie produksi Turki yang rasanya hambar itu jadi penuh rasa berubah jadi seblak, sayangnya lupa bawa kecap.
Pengalaman pertama ajak camping anak-anak tentu saja tidak luput dari aneka ‘drama’, terutama Alya, yang tidak mau tidur desak-desakan di dalam tenda, dia maunya tidur di luar tenda sambil memandang bintang-bintang , Fatih dan Alya tidurnya tidak anteng, banyak gerak, yang cukup merepotkan, Alya yang tidak mau diselimuti, maunya tenda jangan ditutup, sebenarnya muat 4 orang, sesuai kapasitas tenda, tapi rasanya kami butuh tenda keluarga yang lebih besar dan leluasa mengingat anak-anak gaya tidurnya, gaya bebas-.-‘ tiba2 kaki Fatih ada diatas wajah saya. Dan kami butuh kasur angin, karena tanpa bantalan yang cukup empuk, anak-anak rewel, meski tidur ditenda harus senyaman tidur dikasur sendiri, rasanya harus berburu tenda yang lebih besar dan nyaman untuk anak-anak, ada banyak PR untuk nyicil membeli peralatan camping yang lebih layak dan nyaman, karena ini pengalaman pertama, masih seadanya. Kedepan bakal kami jadikan gaya liburan tersendiri, camping dan juga roadtrip keliling Turki.
Kalau kata si Baba, sengaja membuat rencana liburan tahun ini agak berbeda, untuk memberikan kenangan indah kebersamaan keluarga, camping keluarga. Masa kecil anak-anak cepat sekali berlalu, sebisa mungkin kami berikan kenangan liburan yang berkesan untuk mereka ingat ketika dewasa nanti, meski belum bisa memberikan liburan mewah dengan fasilitas lux, segini saja sudah membuat mereka bahagia, karena sempat saya tanya ketika mereka sedang asyik di pantai. ”mutluyum anne!!’‘ Total kami menghabiskan 3000 lira untuk semuanya, cukup hemat mengingat inflasi Turki yang cukup tinggi. Sudah termasuk bahan bakar mobil, makan di luar camping, jajan ke market dan juga biaya penginapan, Bagaimana seru ga kira-kira:D

Camping seru asal nggak lagi datang bulan 🤣
LikeLike
kmrn dtg bulan pas pulang..tp ini emang nyari tempat camping berbayar dgnn fasilitas…sm aja kyk hotel cm bedanya tidur tenda sendiri sm makan sendiri..lainnya disediakan pengelola…ogah kl di alam bebas:D
LikeLike
Oalah itu mah enakk wkwk #yangcampingsampinghutancantrelate 😅😂
LikeLike