Akhir tahun yang luar biasa di Turki, hampir setiap hari, harap-harap cemas ketika nilai tukar lira anjlok terhadap dollar, harga bisa setiap saat berubah di market-market, kebutuhan pokok yang sebagian besar bahan bakunya mengandalkan impor, jelas melambung tinggi, terutama harga minyak goreng, normalnya dulu 5 liter bisa ditebus dengan harga 30 lira, ketika inflasi semakin tinggl 5 liter minyak goreng sudah diangka melewati 100 lira.
Kebutuhan roti sebagai makanan pokok masyarakat Turki juga naik, dulu harga somon ekmek, bisa dibeli dengan harga 1 lira, untuk Halk ekmek (pabrik roti milik pemerintah lokal) harga biasa lebih murah, per roti dikenakan harga 75 krs. Saat ini harga per roti 3-4 lira, jelas berat untuk orang Turki? karena konsumsi harian tidak cukup dengan 1 roti untuk satu keluarga.
Kehidupan semakin sulit
Harga elektronik? wah kalau ini jangan ditanya, awal 2020 silam saya membeli camera canon dengan harga 2.750 lira, Desember 2021, harga tertinggi di jual di marketplace 10 ribu lira sekian.
Harga-harga melambung tinggi yang paling terasa tentu saja warga di kota-kota besar, ya meski kami di gunung juga merasakannya, sebelum inflasi saja kota sebesar İstanbul terkenal dengan harga sewa rumah rata rata tertinggi di Turki, sekarang inflasi? untuk memenuhi kebutuhan pokok, belum saat ini memasuki musim dingin, dimana kebutuhan gas, listrik menjadi semakin tinggi, Gas untuk penghangat ruangan, karena kebanyakan di kota kota besar sudah dilarang menggunakan bahan bakar batu bara atau kayu untuk Soba(penghangat ruangan manual) alasannya karena polusi asap hasil pembakarannya di udara.
UMR naik tapi?
Beberapa hari lalu, presiden mengumumkan kenaikan UMR tapi tentu saja seperti biasa, awal tahun sudah pasti disambut kenaikan lainnya. Seperti awal tahun 2021, Suami juga gajinya mengalami kenaikan, seiring kenaikan harga sewa unit lojman yang kami tempati saat ini, kenaikannya sewa sebesar kenaikan gajinya, jadi cuma numpang lewat saja di rekening, karena otomatis dipotong dari gajinya. Awal tahun 2022 ini? sepertinya mengalami hal yang sama.
Berhemat disana sini
Karena harga minyak sayur terus melambung, saatnya mengurangi goreng-gorengan, motivasi diri saja untuk hidup lebih sehat, tapi kebutuhan sayur buah tetap kami prioritaskan, karena kami sekeluarga pecinta buah dan sayur, kalau harga keju mahal, kami ga terlalu peduli, karena konsumsi keju di rumah juga cukup rendah, konsumsi gula juga sudah kami kurangi, suami juga membatasi ngeçay. Roti? ini juga termasuk jarang, sumber karbo lebih banyak ke kentang dan nasi, efek menikah sama WNİ, dia mulai terbiasa makan nasi tanpa harus dobel roti. Percayalah rata rata orang Turki, sering sekali dobel karbo, ya makan roti, ya nasi. Untuk daging merah juga udah jarang, Saya mencari alternatif tapioka, karena sebagai salah satu produk impor, harga tapioka juga melambung tinggi.
Apalagi ya..
untuk Mudik ke İndonesia? Belum masuk list dalam waktu dekat, setelah melihat harga hotel karantina untuk 3 orang saja menyentuh 20 juta, wow. Belum antrian panjang ke wisma atlit, sedang saya termasuk manusia yang masih kurang ‘sopan’ atau belum jadi wakil rakyat yang memiliki kesaktian lolos karantina, ditambah kondisi ekonomi Turki belum baik-baik saja.
Harapan 2022?
Ekonomi stabil, virus korona morona enyah dari muka bumi! duh sumpah ga mau muluk muluk , ingin situasi kehidupan normal tanpa harus maskeran dan colok colok hidung untuk tes. Semoga bisa melewati masa masa sulit apapun itu.

Tetep semangat ya mba Rahma 🤗. Aku tau ini momen yang berat . Semoga Turki bisa keluar dari situasi ini.
Sejak minyak goreng jugavnaik tinggi di sini, akupun tiap nyusun menu makanan, udah ga ada yg pake minyak goreng 😅. Semuanya yg rebus, pan sear, kukus ato roasted. Kalo anak2 pengen ayam goreng yg sejenis keepci, aku milih beli aja, Krn toh cuma mereka yg suka. Memang sih jadi lebih sehat, tapi aku berharap juga bisa turun. Kasian Ama para penjual makanan yg memakai minyak goreng dalam jualannya.
LikeLike
terimakasih , wah naiknya apa cukup tinggi juga ya minyak skrg? banyak yang ngeluh pas baca-baca, iya di turki masa masa berat secara ekonomi, harus putar otak berhemat ni, semoga tdk sampai parah krisisnya-.-” krn pemasukan dr lira, benar2 kerasa bgt.
LikeLike