Ramadan tahun 2026 di Turki insya allah dimulai hari kamis tanggal 19 februari minggu ini.

İbu mertua kami undang kembali ke Balıkesir lebih awal, alasan utama karena cuaca di kampung jauh lebih dingin, sering turun salju, sedang kami tinggal di daerah yang lebih hangat, area pesisir barat Turki. Daerah pesisir provinsi ini berbatasan langsung dengan negara yunani.

K isah dua sejoli sudah terpisah alam, beliau hidup sendiri di desa, sekarang di area rumah mertua dipasang cctv yang bisa dipantau anak cucunya langsung via online, tiap hari ada kakak ipar yang datang menjenguk ibunya, saling bergantian. Kakak kakak ipar sudah masuk usia pensiun semua, jadi bisa lebih banyak waktu menjaga ibu mereka, beliau tidak mau tinggal lama lama di rumah anaknya, bagaimanapun rumahnya sendiri dianggap lebih nyaman. Di desa tetap bisa beraktivitas, sekarang memelihara ayam, sebelum kami ajak tinggal sementara di rumah kami, anaknya (suami*) meminta ibu menjual semua ayam ayamnya 15 ekor.

Diusia senja, tahun ini berusia 82 tahun, sebagaimana saya pernah tulis di blog sebelumnya, beliau tetap suka beraktivitas, mengurus ayam ayam, menanam sayur, membuat keju terus saja dilakukan, dia menyukai kesibukan ini, daripada hanya duduk diam menonton tv sambil merajut ”saya kurang suka’‘ ujarnya, badannya harus terus bergerak, meski ada pen di dengkulnya karena pengapuran, syukurnya sudah menjalani operasi.

Beliau datang sekitar 15 hari lalu, selain satu koper, beliau membawa 4 karung bahan makanan dari desa, bahkan air tursu (acar sayur) tumpah di karpet mobil, sempat membuat dia kesal, karena mobil kecil dan barang bawaan ibunya penuh, padahal sudah diminta untuk ga bawa banyak banyak, serasa isi dapurnya dibawa semua:))

Begitulah kasih sayang seorang ibu dibelahan bumi mana saja hampir sama.

Persiapan Ramadan

Siap fisik lahir batin, semakin bertambah umur, Ramadan selalu istimewa, dipertemukan kembali alhamdulilah. Tahun 2025, diakhir Ramadan kami ditinggal ayah mertua, rasa duka dipenghujung bulan suci, memang ada benarnya–Kita tidak pernah tahu kapan maut menjemput– 2026, hanya tinggal ibu mertua sendiri yang datang kembali ke rumah kami, biasanya mereka berdua mengobrol di ruang tamu, ya ngobrol ya ngomel ngomel, bahasa cinta berdua, sekarang beliau sendiri, terkadang diam, matanya hanya menatap ke layar TV, terkadang ngajak ngobrol, obrolan yang sama diulang ulang terus, ingatan yang mulai menurun. Saya hanya akan jawab: Tamam (iya) karena sudah hafal sekali apa yang akan dibicarakan, topik yang sama tiap hari.

Bahkan dia juga sering lupa tentang latar keluarga saya di İndonesia, bertanya berapa bersaudara, umur bapak emak, minggu sebelumnya nanya, minggu ini akan kembali nanya. Jadi saya mengulang kembali jawaban template-

Waktu ibu mertua datang, tetangga yang juga teman teman memberi semangat, supaya bisa bersabar dan anggap kesempatan mendapatkan dobel berkah selama bulan suci, diberi kesempatan mengurus ibu mertua. Mertua alhamdulilah baik ya tidak semua seperti jualan konten, cuma harus extra sabar saja.

Karena di Turki, tunjangan sosialnya ada. Lansia seperti beliau mendapatkan santunan dari negara, jadi secara finansial termasuk mandiri, anak anaknya tetap memberikan bahan pokok, uang beliau selalu utuh, ada kalaunya digunakan juga, rencana selepas Ramadan mau beli ayam ayam lagi katanya. Kebetulan baba dan ibu mertua terdaftar Bağkur, ketika masih aktif bertani rajin bayar premi, masa tua pensiun bertani, mendapatkan asuransi dan juga santunan. Enak ya..petani saja bisa menikmati uang pensiun**disatu sisi kadang saya iri dengan sistem ini** Banyak teman teman diaspora wni di berbagai negara, tetap rutin kirim uang demi membiayai orangtua mereka, kalau orang tuanya cukup berada atau dulunya Pns memiliki uang pensiun atau usaha, meringankan anak, bisa keluar dari label sandwich generation, sayangnya sistem jaminan sosial ini belum ada (atau sudah ??) di İndonesia, pekerja baik sektor formal atau informal bisa memiliki dana sendiri ketika pensiun, mertua saya petani biasa, ketika tua mereka mendapatkan uang dari sistem Bağkur atau jaminan sosial ini.

Ramadan 2026 semoga penuh keberkahan

selamat menyambut Bulan penuh berkah

salam