Akhirnya setelah terhalang banyak urusan, mulai dari covid era, lalu pindah kota, ngisi apartemen, inflasi tinggi, Namun Alhamdulilah kesempatan pulang ke İndonesia datang juga.
Tiap orang punya alasan yang tidak memungkinkan pulang setiap tahun ke tanah air, salah satunya tentu saja kalau bahas keuangan.
Tahun 2025 memang sudah masuk rencana untuk pulang berkunjung ke orangtua, rencana awal sekeluarga, tapi tidak jadi. Awalnya karena Baba mertua wafat, suami masih banyak urusan tidak ikut membeli tiket kala itu, pikirnya nanti saja mendekati hari H, lalu tiba tiba ada jadwal operasi dia dimajukan dokter juga, ditambah Timur tengah tegang, penyerangan iran ke isriwil, tiket pesawat jadi naik lebih mahal. Ya sudah, dia terima dengan lapang hati tidak ikut ke İndonesia. Meski dalam hatinya iri berat:)
Kami bertiga pulang setelah penutupan sekolah untuk libur musim panas. Hari jumat tanggal 20 juni sekolah resmi libur panjang, hari ahad kami berangkat ke İstanbul, menginap semalam di rumah kakak ipar, hari senin terbang ke Jakarta.
Awalnya berencana naik metro ke Bandara İstanbul, suami juga sudah isi istanbul kart, tapi diurungkan, dia memilih langsung mengantarkan naik mobil lewat tol supaya lebih cepat.
Sesampainya di Bandara İstanbul, kami datang lebih awal, untuk check in. İni juga pertamakalinya menginjakkan kaki ke Bandara baru İstanbul, terakhir ke İndonesia lewat Sabiha gökcen.
Bandara cukup luas dan modern, setelah baca baca cerita netizen dan pengalaman teman-teman, hindari untuk jajan di area Bandara ini, berasa dipalak preman, meski belum melewati bagian imigrasi. Ok. Jadi punya alasan isi tas banyak cemilan. Bawa thumbler kosong lalu isi air saja di dalam area bandara.
Kami memilih Oman Air, pengalaman pertamakali dengan maskapai ini, terakhir menggunakan Qatar airways, namun tiket Qatar lumayan mahal untuk kantong kami ditengah inflasi tinggi. Perjalanan menuju Muskat sekitar 4 jam, tapi karena situasi saat itu di timur tengah cukup panas, pesawat jadi putar arah lebih jauh, dari İstanbul terbang menuju langit kairo mesir terlebih dahulu, harusnya sesuai jadwal mendarat di Muskat pukul 1 malam, jadi telat hampir pukul 3 dini hari, sedang pesawat lanjutan menuju Jakarta di jam yang sama.
Kami rombongan dari İstanbul yang didominasi WNİ mulai panik ketika ditolak mesin otomatis-untuk boarding, biasanya scan barcode kalau berhasil berwarna hijau, ini warna merah semua lampunya menyala. Rombongan menumpuk didepan pengecekan. Lalu ada pihak Oman air yang berdebat dengan pejabat bandara, mereka berdebat dengan bahasa arab, yang saya tangkap hanya kata ”istanbul” intinya keterlambatan kami mendarat karena situasi darurat , pesawat dari istanbul terbang sesuai jadwal, kami tidak mengalami delay-tapi rute dialihkan lewat langit mesir sehingga jauh lebih panjang perjalanan menuju Oman. Setelah perdebatan dan mendapat izin, kami diperbolehkan Boarding dan lanjut menuju gate dimana pesawat menuju Jakarta akan segera terbang, dengan terburu buru dan berlarian juga dibantu mobil khusus bandara (saya dan anak anak naik pertama) diantar menuju Gate yang dimaksud. Hampir tidak bisa menikmati suasana Bandara Oman, kebawa panik. Apalagi petugasnya selalu bilang: Run..fast fast–berasa ikut maraton.
Alhamdulilah, kami bisa terbang juga ke Jakarta, meski lumayan melelahkan, pengalaman tak terduga, gara gara bangsa yang paling menyebalkan dan musuh dunia itu. Penerbangan di Timur tengah jadi kacau.
Mendarat di Jakarta dengan selamat, djemput keluarga, ketemu keponakan keponakan balita pertama kalinya, juga adik ipar. Sempat dimintai tolong jadi penerjemah turis Turki, karena ga nyambung ngobrolnya dengan pihak imigrasi, Kemungkinan si Pria yang akan bertemu kekasihnya.
**Part 1–** Nanti senin cerita lagi***anak anak pulang sekolah

İndonesia2025

Rahma, baca ceritamu ikut tegang sekaligus terharu 😍 akhirnya bisa pulang juga setelah banyak rintangan. Aku juga baru bisa pulang tahun ini setelah terakhir 2019, sama bareng 2 bocah aja tanpa suami. Rasanya campur aduk ya, tapi bahagia banget bisa ketemu keluarga lagi. Sayang banget kita nggak sempat kopdaran, semoga lain waktu bisa ketemu yaa 🤗
LikeLike
iya kak nel..kmrn kirain lama, saya 2 bulan
LikeLike