Postingan pertama tahun 2024, bulan maret, wah selama ini tidak aktif nulis di blog? apakabar…apakah masih ada yang mampir membaca hehehe.

Belakangan saya memang lebih banyak aktif di akun sosial media lain, menulis juga berbagi kabar, cerita atau berbagi video, tapi tidak melupakan Blog sebenarnya, cuma semangatnya ‘nyelip’ diawal tahun entah kemana.

Tahun 2024, kami sudah di Balıkesir, Ramadan pertama yang kami lalui ditempat baru, belum punya banyak kenalan selain teman sesama pasangan wni-Turki. Terakhir masih sempat bertemu bulan februari lalu. Lalu Ahad kemarin sebelum Ramadan-10 maret- kedua mertua datang ke Balıkesir, suami menawarkan diri untuk menjaga orangtuanya selama Ramadan, sebelumnya mertua di rumah kakak ipar.

Anne baru selesai operasi ditumitnya, jadi dijaga sama anak-anaknya di kota asal, kebetulan ada 3 kakak ipar yang tinggal satu kota dengan mertua. Ramadan ini jadi pengalaman pertama kami menjaga anne baba, 12 tahunan menikah terus terang saya belum pernah Ramadan penuh bareng mertua, dulu alasannya ya karena kami tinggal berjauhan, mudik hanya dilakukan idul adha, tahun 2024 adalah Ramadan pertama inshaallah full satu bulan, biasanya kami datang pas hari raya dan malam takbir.

İbu mertua berusia 80 tahun, sudah saatnya istirahat dari kegiatan yang banyak menguras fisik, keputusan menjual sapi sapinya sudah dilakukan, saya pernah menulis sebelumnya, betapa sulit membujuk dua sejoli ini untuk ‘menikmati waktu’ akhirnya setelah sapi sapinya dijual dan kaki mulai sering sakit bisa dibujuk anak anaknya, bergantian menjaga.

Drama mertua-menantu

Berhubung mertua sudah cukup tua, beliau tidak terlalu banyak drama dengan anak mantu, apalagi mengurusi dapur rumah tangga anak anaknya, cucu dan cicit juga sudah banyak. Sebenarnya saya termasuk beruntung masuk ke keluarga suami yang tidak terlalu banyak drama dalam hubungan menantu vs mertua, selagi masih sama sama saling menghormati dan tahu batasan. Seperti perkara makanan, beliau sudah paham kalau saya tidak bisa dipaksa makan makanan turki jika itu tidak masuk selera. Untuk Ramadan kali ini mertua hanya bantu sedikit -sedikit, jika beliau bosan dan ingin ikut bantu masak ya saya perkenankan.

Kegiatan lainnya, alhamdulilah masih diperkenankan bergabung di grup tadarus teman teman İstanbul, jadi merasa terbantu sekali untuk mengisi Ramadan. Belum bisa ikut solat tarawih-.-‘ ada mushola kecil (mescid) di depan Lapas, ada imam yang bertugas mimpin tarawih, beberapa penghuni menjadi jamaah solat. İni karena tipe mushola komplek dan penghuninya tidak semua melaksanakan solat tarawih, bisa karena ada halangan atau pas jam bertugas. Si sulung alhamdulilah mulai semangat tarawih meski berangkat sendiri kalau babanya pas tugas malam.

Untuk jamaah perempuan bisa jadi di masjid lebih besar di merkez, tapi karena saat ini ada dua sejoli dirumah kami, jadi berbakti saja dulu, nabung nabung pahala, seperti Ramadan sebelumnya di tempat lama, Tarawih sendirian di rumah jadi rutinitas saya.

Banyak cerita terlewat dari awal tahun, nanti saya tulis lagi,