Balik lagi ngetik di Blog, sepi ya…dah kayak kuburan hehehe, sekarang sudah banyak yang beralih platform temanya jadi konten kreator, Blog memang tidak seramai dulu yang isinya gudang curhatan, udah beralih fungsi jadi salah satu media beriklan dan menghasilkan cuan, heheh saya juga pernah menjalani fase itu di Blog selfthosted keluargapanda, tapi karena satu dan lain hal, saya undur. sesekali saya tengok kembali dunia blog, masih ramai memang, masih ada komunitas yang tetap membesarkan dunia Blog, medianya juga sudah bertambah merambah sosial media populer, kadang untuk bisa diikutkan kampanye suatu kerjasama brand tertentu ada syarat minimal follower media sosial, sulit mungkin bagi Blogger idealis yang menjaga privasy. Tapi gitulah kita harus adaptasi dengan kemajuan teknologi, internet.

Saya juga hawanya kenapa tidak konsisten,,, duh! padahal sudah berjanji dan berharap bisa rajin ngetik di Blog ini.Dan ternyata sudah masuk bulan ke-11 aja. Waktu begitu cepat berlalu.

Oktober sudah lewat dan sekarang masuk tanggal 30 November? ya ampun kemana aja heheheh

Liburan keluarga

Pertengahan november lalu ada ara tatil-libur semester anak-anak satu minggu. Kami memutuskan mengunjungi paman mereka di İstanbul, hampir 5 tahun sudah meninggalkan İstanbul, liburan lalu jadi serasa napak tilas. Duh rindunya.

Berangkat dari kota tinggal selepas azan subuh sekitar jam 7 pagian kami keluar komplek langsung menuju İstanbul, berhenti sekitar 1jam lebih di daerah susurluk untuk sarapan. Kami putuskan sarapan di susurluk tesisleri, semacam restoran yang dikelola pemda susurluk, lokasi cukup strategis dipinggir jalan utama, suami memesankan 4 porsi ciğ borek, katanya karena saya dari kemarin bahas terus. ‘loh kenapa semua dipesenin sama?’ padahal yang mau cuma saya sendiri heheh, ci borek ini mirip sama martabak isi daging dan digoreng juga, jadi anggap saja sarapan martabak pagi-pagi. Dia ga menghabiskan ciğ boreknya karena terlalu berminyak.

Selepas sarapan dan cek kendaraan, perjalanan kami lanjutkan menuju yalova-untuk menyeberang ke istanbul asia-tepatnya area Pendik. Dan untuk mempercepat waktu, suami memutuskan masuk tol-otoyol atau otoban istilahnya.

Jalan tol di Turki

pintu tol

Untuk masuk tol kami mengikuti papan petunjuk warna hijau-yang membedakan jalan berbayar dan jalan utama, biasanya papan petunjuk warna biru jika jalan biasa, warna hijau untuk jalan tol dan warna coklat gelap untuk penunjuk area wisata. Masuk Tol menuju arah Bursa, sistem pembayaran tol ada 2: ada yang bisa tap langsung dengan petugas penjaganya, atau cuma pencet tombol hijau untuk buka gerbang nanti keluar struk pembayaran, dibayarkan lewat bank dengan maksimal waktu pembayaran 15 hari, artinya bisa ngutang dulu hehehe , contoh gambar diatas ketika kami keluar di orhangazi Bursa, harus bayar 60 lira tapi bayarnya ga langsung, bisa lewat e-banking. Sebenarnya lewat jalan biasa juga seru, jalanan di Turki rata rata bagus, tapi akan terkendala ketemu lampu merah dan sedikit kemacetan jika lewat pusat kota yang kita lalui.

Sekitar pukul 11 kami sudah sampai di pelabuhan yalova, kapal ferry yang akan menuju Pendik jam 1, sedang kapal yang akan berangkat saat itu hanya ada ke yenikapı-istanbul sisi eropa, kalau kami naik ferry ke yenikapi jelas akan lebih jauh, tujuan kami hanya istanbul asia. Dİsaat menunggu kami putuskan jalan jalan disekitar pelabuhan, dan tempatnya cukup menarik karena diseberang pelabuhan ada mall dan pasar, menunggu tidak akan membosankan kalau nge mall dulu, asal ingat waktu. Tiket yang kami bayarkan untuk naik ferry dan juga bawa kendaraan sekitar 250 lira, lumayan lebih mahal dibanding lewat jembatan berbayar osmangazi sekitar 90 lira. Sebenarnya bisa lewat jalan biasa tanpa harus nyebrang laut, tapi muter cukup jauh, alternatif lewat jembatan berbayar osmangazi dan naik ferry. Mempersingkat waktu.

Kami di İstanbul 5 hari saja, menginap di rumah kakak ipar tertua. Si bungsu lucu lagi pas nyebut: ke rumah pamannya baba hehehe, kami jelaskan kalau itu paman mereka saja bukan paman babanya, begini kalau jarak umur kakak sama adik beda 20 tahunan, kakak sendiri dikira pamannya:D

Agenda kami selama di İstanbul hanya jalan-kulineran-silaturahmi. Karena anak anak sudah lama sekali tidak naik kendaraan umum, apalagi selama covid dulu, jadi mereka cukup senang selama di istanbul mencoba naik berbagai transportasi umum, mengisi kembali istanbul kart terbaru, saya masih menyimpan istanbul kart lama 5 tahun lalu, ternyata sudah tidak berfungsi. Jadi beli kart baru.

Tujuan kami standar saja, area turis dan si sulung ada keinginan untuk solat jumat di aya sofia, kami turuti jadi 2hari bolak balik ke eminonu. Untuk kuliner? berhubung di İstanbul tujuan saya restoran İndonesia, hari pertama makan di taksim, hari ke-dua di area galata, makan di restoran koali yang banyak direkomendasikan dan emang lumayan enak.

Lalu ada agenda shoping di Mall yang biasa sering kami datangi dulu, ada toko yang tidak ada di kota tinggal kami, terdekat ada di Bursa, toko busana cetinkaya. kami berdua-**anak anak waktu itu kami titipkan pamannya saja–karena cuaca hujan berangin** belanja kebutuhan winter, setelah ditotal belanjaan kami hanya setengah dari belanjaan winter anak anak bulan sebelumnya, astaga:V ternyata emang kebutuhan anak itu bisa lebih besar dari orangtuanya.

Tidak melupakan teman lama, meski maunya mengunjungi beberapa teman, karena situasi dan kondisi hanya mengunjungi teman lama terdekat saja daerahnya. Silaturahmi.

Rasanya kangen sekali dengan lingkungan lama kami tinggal, bagaimanapun sangat membekas dihati. Tempat awal kami memulai rumah tangga, anak anak lahir, baba lulus kuliah dan kerja sbg buruh negara, tempat dimana sering bawa anak ke park dorong stroller, tempat jajan favorit, restoran favorit, kalau ada kesempatan dan rezeki rasanya ingin balik ke titik awal hidup di Turki, serasa kampung halaman di Turki.