Komplek sekarang tinggal posisinya berbeda dengan komplek lama di İskilip, di lokasi lama: posisi gedung apartemen dipinggir jalan dan dilewati mobil pengunjung dan aktivitas warga desa hilir mudik baru sebelahnya komplek lapas. Sedang ditempat sekarang, Jalan aspal diujung daerah K menuju lapas, begitu belok dijalan khusus menuju area lapas, dipinggir jalan langsung area parkir untuk pengunjung, dalam seminggu ada jadwal kunjungan dihari tertentu, biasa ada pos pemeriksaan jandarma dipinggir jalan, pengecekan kendaraan, lalu jalan menuju pos masuk yang juga dijaga jandarma, diujung baru lokasi komplek dinas yang steril dari hilir mudik warga lokal.

Untuk masuk komplek, sama seperti ditempat lama, sebagai penghuni dapat remote kecil untuk buka tutup gerbang, tapi ditempat saat ini benar-benar tidak ada warga lokal yang bisa hilir mudik didepan komplek, jalanan aspal di depan komplek yang dibatasi gerbang hanya untuk penghuni.

Harga sewa unit apartemen di Turki

Gedung tinggal sekarang tidak ada lift, 5 lantai, hanya menggunakan tangga. Kami putuskan pilih unit di lantai dasar, ketika pindahan tidak harus extra bayar sewa kendaraan khusus yang menyewakan lift barang untuk angkut angkut, biaya pindahan kami dari tempat lama ke daerah K, untuk sewa jasa mobil pindahan dan kru: karena pas BBM naik dipertengahan juli, pihak Nakliyet (jasa sewa) meminta 17 juta-.-‘ tapi karena kami pesan sebelum BBM naik, mereka memberi kami harga khusus-jadi 14 juta, sedang uang dana pindahan dari kantor kurang sedikit dari itu. Untuk harga sewa unit bulanan di komplek dinas berapa? kalau dirupiahkan memang murah: 500 ribu perbulan tapi ini belum listrik, air dan penghangat ruangan, karena tidak pakai gas alam, tapi batubara-.-” (apartemen dinas tempat kami sekarang, adalah ‘angkatan tua’ gedung lama, dimana waktu awal pembangunan belum ada aliran gas masuk, padahal di daerah K ini tahun 2018, pipa gas sudah masuk, tapi entah kenapa 3 gedung apartemen dinas tidak dipasang pipa gas alam. kira kira selama winter untuk penghangat ruangan kami perbulan bayar 1.6 jutaan, jadi sebenarnya kalau dibulatkan semua, total yang kami keluarkan untuk sewa unit rumah dinas sudah termasuk listrik, air, penghangat ruangan dan sewa: 2.5 juta. Apa Mahal?

Sebenarnya masih terbilang harga ‘normal’ karena untuk harga sewa unit 3+1 di pusat kota Balıkesir dengan kondisi gedung yang layak, harga sewa sekitaran 7-10 jutaan keatas, daerah pinggiran seperti komplek TOKİ 4 jutaan keatas perbulan, bisa dapat harga murah dipusat kota sekitar 2.5-3 jutaan, tapi ukuran studio, sedang kami ada anak 2, jelas bukan pilihan. Nah harga sewa bulanan di pusat kota ini belum ditambah tagihan: gas, air, listrik, dan biaya kebersihan gedung, wifi, langganan tv kabel?

UMR Turki 2023 ini berapa? kalau dirupiahkan 6.5 juta, untuk sewa apartemen paling murah di İstanbul kisaran 4 juta, termahal sudah diatas 14 -20 juta keatas, harga 4 juta juga biasanya harga sewa khusus penyewa lama, jika baru sewa bisa diatas 5 jutaan, belum tagihan listrik, air, gas dan kebutuhan lainnya.

Dengan Penghasilan dollar mungkin tidak seberat jika pemasukan dalam kurs lira, waktu awal kami mencari unit apartemen sewa di kota sekarang, benar-benar sebulanan rasanya stress, karena musim panas ‘musim’ pegawai negeri yang juga pindah dinas, di tempat kerja si Baba saja, ada 1000 pegawai mutasi dinas ke seluruh kota di Turki.Rotasi pegawai di Turki tiap tahun selalu dibuka pendaftaran mutasi dinas. İtu juga masih seleksi masa kerja dan poin kinerja.

Pemandangan musim panas dijalanan Turki, biasanya banyak mobil truk bertuliskan: EV naklıyet--Jasa pindahan- itu yang sering kami lihat sepanjang jalan dari İskilip menuju kota tinggal sekarang, ketika istirahat di kota Ankara, beberapa kali melihat truk pindahan sampai saya nyeletuk ” wah senasip” .

Harga property di İstanbul sudah tidak terbendung, harganya sudah bersaing dengan harga di Amerika maupun Jerman, sedang penghasilan dengan kurs lira dan tekanan inflasi, hanya kaum kaya yang mampu saja-.-‘ banyak orang kaya arab membeli apartemen di İstanbul, atau juga menyewa apartemen bulanan. Harga sewa puluhan juta bagi mereka kecil, tapi bagi warga lokal?

Saya masih ingat curhatan rekan kerja suami di tempat lama, seorang bujangan yang mutasi dinas ke kota Antalya, menyewa unit studio 10 juta, dan kemungkinan besar sudah naik lagi tahun ini, entah bagaimana nasipnya sekarang, untuk pengajuan rumah dinas jelas belum bisa, karena status dia masih bujangan, kecuali sudah berumah tangga. Belum bayar tagihan listrik dll, dia juga memiliki satu unit sedan berbahan bakar bensin. Mungkin harus disabar-sabarin— sebelum pengajuan pindah dinas kembali. İstanbul-Antalya dua kota besar yang diminati turis mancanegara dan jadi tujuan favorit, harga sewa pun makin melambung tak terbendung.

Tidak heran makin banyak kaum terpelajar Turki mencari cara untuk keluar negaranya, tujuan utama mereka kebanyakan eropa: Jerman, sisanya negara lain, Beberapa teman saya juga sudah hijrah ke Jerman mengikuti suaminya bekerja disana, kami? bertahan saja di dalam negeri, sambil memutar otak, kalau bisa pindah dinas ke kota yang masih ‘normal’ saja, menghindari kota kota besar. Ada banyak cara untuk bertahan hidup, itu juga yang kami lakukan, sehingga keputusan pengajuan untuk menempati lojman kembali akhirnya jadi keputusan akhir, setelah mempertimbangkan banyak hal, terutama urusan pendidikan anak, kebutuhan anak, Sekolah untungnya dekat dari komplek tinggal, market dan pasar juga masih terbilang dekat jika jarak 1 km-an, bandingkan dengan ditempat lama butuh jarak 7 km, bolak balik 14 km hanya untuk ke BİM market, kalau untuk hiburan, memang kami pilih ke pusat kota Balikesir, jarak sekitar 28 km. Tidak terbilang jauh juga, kalau kembali membandingkan dengan jarak İskilip ke pusat kota Corum, kami butuh 56 km hanya untuk ke Mall berkendara melewati pegunungan. Dan kota sekarang tinggal masih dekat ke İstanbul, sekitar 3 jam berkendara. Memang dikota saat ini kami tidak ada sanak saudara, tapi itulah tantangannya, belajar hal baru, teman teman baru. Menjalin silahturahmi dengan lingkungan baru. Anak anak juga belajar banyak hal, meski hanya pindah dalam satu negara saja, tantangan juga sama aja, kultur tiap kota juga tidak sama. Hidup kami sekarang ya seperti ini. Total baru 3 kota kami tinggali.