Baru posting Blog lagi ya, apakah masih ada pembaca setia? hehehe, maklum 3 bulan ini super sibuk** ngaku ngaku aja***.

Berawal dari kepindahan tugas Baba ketempat sekarang, lalu anak anak lulus sekolah ditempat lama, cari rumah baru yang bikin puyeng hingga akhirnya pilih di apartemen dinas lagi, meski daerahnya lebih kecil, tapi…., ke market masih bisa naik sepeda atau jalan santai, dan tidak sejauh dulu. Sekolah baru mereka juga terbilang dekat, cuma sekolah SD nya diatas bukit wkwkwk, jalan kaki juga berasa hiking, iya deket kok, gedungnya juga kelihatan, cuma diatas bukit aja.

Tahun ini saya belajar untuk ga ‘over-sharing’ anak-anak, iya masih belajar, karena anak anak juga mulai keberatan kalau anne-nya asal posting, tapi mereka ga keberatan kalau posting buat keluarga di İndonesia, dengan suka rela pose.

Lingkungan tinggal 2023

Lojman tempat tinggal sekarang mayoritas tetangga kami adalah tentara, berbeda dengan tempat lama yang mayoritas satu profesi sama suami, ditempat sekarang tidak hanya tentara, polisi juga menempati gedung yang sama, asal pegawai negara dibolehkan. Mengingat daerah tinggal sekarang itu ‘mepet’ pusat kota Balıkesir, dan lokasi lapas utama Balıkesir, jadi daerah ini lebih banyak tentara yang sliweran dibanding polisi. Pokoknya bisa ketemu pak tentara jalan kaki nenteng belanjaan dari pasar, pak tentara naik sepeda listrik, bahkan ada tetangga sebelah pak tentara jadi ‘babu’nya si oyen, iya kucing oren dibelahan bumi manapun sikapnya udah kayak tuan takur. Tiap sore sering melihat beliau dari balik jendela apartemen, sedang ngawal si oyen jalan sore, beuh oyen dikawal tentara :V bersaing sama presiden. Dibalik seragam ya mereka warga biasa aja, kalau sore sering terdengar suara mereka sedang latihan–karena ada asrama-nya juga, para tentara bujang yang menetap di asrama, untuk yang sudah berumah tangga ya tinggal terpisah, dan banyak juga bertetangga dengan kami sekarang.

Hidup yang sekarang

Biasa aja, sudah terbiasa dan membiasakan dengan keadaan, terkadang kalau terlalu tinggi ber-ekspektasi, lalu tidak terpenuhi, kecewanya dalam. Maunya A, B, C tapi dapatnya N, M. Belajar untuk menerima kondisi: takdir Allah selalu yang terbaik untuk kita, maksimalkan saja usaha, kalau akhirnya emang tidak mendapatkan apa yang sesuai dengan mau-nya kita. Yakin saja Mau-nya DİA selalu yang terbaik sesuai prasangka kita.

Anak-anak sudah besar, waktu yang cepat sekali berjalan…

nah berhubung anak anak sudah kembali aktif bersekolah, kemungkinan ngisi Blog bisa lebih rutin lagi heheh