Lama ga update cerita pindahan keluarga…,
Kami pindah dari iskilip pertengahan juli lalu, sudah dapat sewa nakliyet (mobil pindahan) lalu tiba-tiba mereka minta tambah ongkos lagi, gara gara malamnya, ada kenaikan BBM–sumpah bikin emosi aja, naikin BBM tengah malam, seperti ga asing ya. Harga solar juga jadi naik, padahal uang untuk pindah juga sudah cair dari kantor, alhasil kami harus nombok sisanya karena harga BBM naik, tepat sebelum pindah besoknya, pantas teman teman suami yang juga pindah dinas, mereka pindah minggu sebelumnya, curiga ada kenaikan BBM dan prediksi mereka tepat. Kami pindah terakhir dari komplek.
Karena kota yang dituju cukup jauh, selesai angkut angkut barang sekitar jam 11 siang, pihak nakliyet pergi terpisah dengan kami, mereka berangkat malam hari. Karena kalau hari itu juga berangkat ke Balıkesir, akan sampai menjelang malam dan ga mungkin bongkar muat, takutnya ganggu. Lalu kami tetap berangkat terlebih dahulu.
Rute yang kami lalui dari İskilip menuju arah Çankiri lalu ke Ankara, di Ankara sempat berhenti untuk makan siang dulu, istirahat di daerah Sincan. Perjalanan dilanjut menuju kota Eskisehir, di Eskisehir kami sempatkan untuk mengunjungi kota kecil Sivrihisar, kota bersejarah, foto fotonya sempat saya posting di İnstagram. Setelah puas menjelajah Sivrihisar kami lanjut ke kota selanjutnya Kütahya, kota pusat keramik Turki.
Karena hari sudah cukup sore ketika memasuki pusat kota Eskisehir lalu menuju Kütahya, kami putuskan mencari penginapan di Kütahya saja.
Melihat di google maps, tujuan kami daerah tavsanlı-Kütahya, kota kecil sebelum masuk area Balıkesir, bukan dipusat kota kutahya. Tujuan pertama kami mencari öğretmen evi–semacam hotel yang dikelola PGRİ-Turki, biasa harga lebih murah dan dapat diskon pns, sayangnya öğretmen evi di tavsanlı, reviewnya jelek sekali, kemudian tanya warga lokal disarankan menginap di tavsanlı otel saja, akhirnya kami putuskan menginap semalam di hotel tersebut, si Baba juga butuh istirahat, beliau kecapean, setelah ngurus pindah rumah, bebersih juga, lalu masih nyetir. Menginap semalam di Tavsanli.
Paginya selesai sarapan di hotel, kami langsung cabut dan melanjutkan perjalanan menuju Balikesir, lewati jalanan pegunungan perbatasan Kutahya -Balikesir hingga akhirnya sampai ditempat tujuan.
Langkah pertama begitu sampai, bertemu dengan penanggung jawab lojman, dikasih kunci unit yang akan kami tempati, pas masuk pertama, anak anak agak kecewa, karena unitnya kotor-.-‘ tidak dibersihkan penghuni sebelumnya, padahal kami sebelum pindah dari apartemen lama, menyempatkan bebersih dulu sebelum resmi kami kosongkan, akhirnya harus ‘Kerja bakti’ kembali bareng suami, siangnya mobil nakliyet sudah datang dan bersiap menurunkan barang barang kami, jadi dikejar waktu beberes. Capeeeeek.
Setelah selesai urusan rumah, suami baru lapor ke kantor barunya, kapan resmi bisa aktif bekerja, setelah surat resminya keluar, masih dikasih libur semingguan, urus satu persatu, mulai daftar alamat baru ke kantor kaymakam, aktifkan wifi rumah, TV, cari sekolah, pokoknya ngider terus tiap hari. Selalu ada aja belanjaan isi rumah yang kurang.
to be continued…

Hai Rahma semoga lancar yaa pindahannya, moga2 betah juga di kota baru 😉 .
LikeLike
terimakasih ka nell…iya semoga betah aja heheheh
LikeLike