Juni tanggal 16 lalu, pengumuman tayın(mutasi) kerja. Suami lulus. Langkah selanjutnya kami harus cari rumah dulu di kota tujuan, pertama, kami buka website terkenal Turki untuk agen sewa apartemen dsb, suami juga coba cari kontak petugas yang mutasi kerja dari kota tujuannya, lalu ketemulah dengan pria bernama pak Nuri, pria berusia 50tahunan, beliau rekan seprofesi suami yang akan pindah ke Ankara.

Maksud suami waktu itu mau cari oper kontrak rumah, biar ga lewat agen real estate, nah pak nuri ini ternyata punya unit apartemn di Toki (apartemen rakyat yang dibangun BUMN) dia menawarkan kami untuk menyewa rumahnya nanti kalau dia pindah ke Ankara, kesepakatan dibuat, suami juga kirim uang deposito terlebih dahulu ke Pak Nuri, lalu kami tinggal tunggu kabar kapan dia kosongkan apartemennya saja.

Masalah Terjadi

Awalnya kami tenang saja, tapi penasaran juga kapan beliau akan kosongkan apartemennya, kemudian suami selepas idul adha telpon, pak nuri bilang, baru akan mengosongkan bulan agustus, karena penyewa rumahnya di Ankara, baru keluar agustus, dia akan menempati rumah sendiri di Ankara. Panik lah kami, ragu untuk menunggu sampai agustus, karena pertengahan juli sudah harus mengosongkan apartemen dinas saat ini yang kami tempati.

Suami stress , saya juga stress, harus gimana selanjutnya. Jujur kami sudah naksir dengan unit apartemen yang disewakan pak nuri langsung, strategis, masjid, sekolah, gym, park, supermarket, pasar, ada semua di lokasi komplek, termasuk bis ke pusat kota juga mudah, memang komplek TOKİ ini agak pinggiran, tapi kalau semua serba dekat, kami tidak masalah dengan harga sewanya.

Karena ketidak pastian kapan kosongnya, suami ragu, kemudian memutuskan untuk batalkan deposite dan cari lagi unit sewa apartemen lain.Kecewa sih tapi mau gimana, kami juga dikejar deadline harus mengosongkan unit tinggal saat ini. Menunggu sebulan lagi makin berat.

Perburuan cari sewa baru dimulai, ada teman WNİ di kota tujuan juga ikut membantu mencarikan sewaan, oh ya ditambah teman suami malah kasih catatan distrik distrik yang harus kita hindari demi keamanan-ampunnn-.-”’ karena banyaknya cingene-kaum gypsi-di kota tujuan ini. Agak rawan tindak kriminal pencurian dll. Saya juga dapat cerita dari si teman, kalau ada teman WNİ yang lain, mudik lama ke İndonesia, rumahnya dibobol maling, seluruh isi rumah kosong, yang disisakan hanya kardus kardus saja, bayangkan isi rumah!! proses ngosonginnya gimana, kurang tahu. Tapi apa tetangga tetangga di sekitar rumahnya ga peduli ya, angkut angkut barang besar macam kulkas kan berat:S

Makin ribet karena suami patokannya lingkungan wajib aman, sekali ada tipe apartemen sewaan saya sreg, pas cek lokasinya, dia tolak terus karena alasan keamanan, gitu aja terus. Yang paling aman ya unit yang kita batalkan diawal-TOKİ. Tapi karena keadaan, kepaksa batal:Ş

Ada lagi area dekat Bandara, ok juga, bersih, bangunan baru, telpon pemiliknya, dia belum bisa janjiin, karena baru pasang iklan juga, si pemilik bilang: kalau tertarik, datang secepatnya sama istri kamu, karena dia menyewakan untuk keluarga, jadi biar percaya kalau kita adalah pasangan suami istri yang akan menyewa, bisa jadi orang tersebut punya ‘trust issue’ Karena suami juga ga bisa dong dadakan! harus ambil izin cuti dulu. Ditambah jarak kotanya ibarat Jakarta-Yogya hahaha gila aja dadakan.

Nah siangnya dia ke kantor ambil cuti untuk lihat rumah, ditelpon, pemiliknya ga diangkat dan rumahnya sudah pindah tangan:S oh ya udah. Kemudian kita coba hubungi alternatif inceran rumah: telpon. Udah ada yang sewa juga, alternatif ke-2 telpon lagi dan nasibnya sama huaaahhh.

Kemudian teman nge WA kasih link iklan unit apartemen yang dekat daerahnya, jujur kami jatuh hati, bangunannya cukup rapih, modern, amerikan kitchen juga, toilet bersih, apalagi anak anak request ga mau toilet jongkok, harus toilet duduk. tapi harga sewa bulanannya cukup mahal hiks…, dan yang membuat kami bimbang, pemiliknya cuma kasih sewa 2 tahun saja, karena 2 tahun kedepan dia akan mengisinya sendiri, sang pemilik adalah tentara yang sedang ditugaskan di luar daerah. Duh ya ribet juga kan. Meski jatuh hati, gpp lah mahal juga strategis banget di pusat kota, wajar menurut saya, cuma jangka waktu yang pendek ini memberatkan kami.

Proses pindah-pindahan rumah beda sama zaman saya jadi anak kost di Yogyakarta dulu, ada banyak dokumen pindah alamat yang wajib diurus, belum aneka tagihan:listrik, air, internet, kalau beda alamat. Sang pemilik hanya terima bayaran sewa bulanan, urusan listrik dan lain lain ya urusan penyewa.

Dua mingguan ini udah stress banget, suami juga, kita jadi banyak pikiran, mulai dari biaya pindahan, cari rumah, sampai suami mikir ‘kok gue nyesel ngajuin mutasi’ lahhhh. Alasannya karena dia kasihan sama saya dan anak anak ngeluh bosan terus, padahal kami diajak pindah ke corum merkez juga gpp, bahkan nawarin pindah ke kota terdekat saja, atau ke ibukota Ankara, jawabannya apa? dia sendiri yang ga tertarik, banyak alasan. Lalu tiba tiba muncul di idenya pindah ke Balikesir? hah kok kepikiran? alasan dia karena daerah aegean, dia pengen nyoba tugas di daerah dekat pesisir mediterania, di tempat sekarang daerah dingin juga-Black sea area. Padahal sebelumnya dia pikir akan ke manavgat atau manisa, iya dia pengen sendiri di daerah mediterania.

TAPİ!!! karena tahu sekarang Turki inflasi menggila, pupus sudah pindah tugas ke sana, temannya yang bertugas di Antalya saja ngeluh, sewa unit apartemen studio hampir kena 9 juta kalau dirupiahkan, ukuran studio ya ..kecil. Nah temannya ini masih single, kalau sudah berkeluarga dan ada anak, ga memungkinkan apartemen kecil, dan harganya? bisa seharga gaji bulanannya.

Karena biaya hidup makin mahal ditambah area mediterania jadi favorit warga eropa, banyak yang berlibur dan menetap juga di area sana, apalagi semenjak ketegangan rusia vs ukraina, makin banyak aja dua warga negara ini cari ‘aman’ di Turki dan incaran mereka tentu saja pesisir mediteranian, ga konservatif dan cenderung bebas juga kan..,

Akibat banyaknya pendatang asing, tentu berdampak dengan harga sewa apartemen, semua melambung, ada yang mematok dollar dan euro, sedang gaji PNS Turki ya Lira, dan tahu sendiri gimana nilai Tukar mata uang ini sekarang, nyesek.

Makin bikin emosi ketika pemerintah mengumumkan kenaikan gaji seluruh PNS dan berbarengan banyak harga sewa dinaikin, tegaaaaa.

Lalu ada teman suami yang telpon, menawarkan kembali supaya kami mengajukan tinggal di lojman kembali, lojman atau apartemen dinas juga ada di tempat tujuan.

Sebenarnya suami mengajukan dua pilihan,dan emang hanya bisa dua pilihan tempat tugas yang bisa dia ajukan: konyolnya dua duanya dia tulis Balikesir, satu acık ceza evi- di pusat kota-yang tentu saja berat sih ini–kedua di distrik kecil, penjara utama Balikesir. Jarak ke pusat kota sekitar 25 menit berkendara, kami lihat dan cek dari google maps- İni masih mending sebenarnya, dibanding tempat kami saat ini, iskilip. Jarak menuju pusat kota Corum hampir 1 jam dengan melewati pegunungan dan jalanan berkelok, kadang sering saya share kondisi jalanan iskilip menuju corum di stories instagram.

Ya apa boleh buat, suami mengajukan tinggal di lojman lagi sebelum benar benar pindah tugas, drama mencari sewaan rumah tidak membuahkan hasil. Sebenarnya pak Nuri sempat telpon suami lagi, bikin dia kembali galau, karena ternyata kepindahannya dimajukan tanggal 16 juli..loh!! ga jadi agustus. Tapi kami sudah lepas dan deposito uangnya sudah dikembalikan, Pikir Pak Nuri kami sudah dapat sewa rumah, jadi ga langsung menghubungi waktu itu dan jadinya beliau masukan ke agen real estate. Kalau kami tertarik dia akan tarik kembali dari agen real estate, karena dia juga baru pasang iklan, ga lama. Kami iyakan, tapi ujungnya:S emang ga rezeki! ternyata udah ada penawaran dari agen real estate sudah ada calon penyewa yang antri. Waduh cepat banget. Udah lah emang ga jodoh tinggal di Toki:S padahal saya naksir berat.

Lalu coba membesarkan hati: afirmasi positif: Law of attraction: Semoga nanti setelah ini kami punya apartemen toki sendiri dan bangunan baru, tahan gempa,nyaman,bagus. Aminkan ya please.

Jadi bagaimana?

Kemungkinan besar kami tinggal di apartemen dinas kembali lebih besar, ga terlalu jauh juga dari pusat kota balikesir, dan kami sudah ada kendaraan pribadi. Harusnya ga terlalu jadi kendala. Meski lojman yang akan dituju adalah bangunan lama, dibandingkan tempat sekarang ya.

Disatu sisi, kami dapat harga sewa jauh lebih murah tentu saja, misalkan harga sewa bulanan 2juta rupiah (ini misalkan ya) itu sudah seluruh tagihan:listrik,air dll, tagihan bersih. Sedang jika kami sewa di kota, misalkan perbulan 4-5 juta itu belum listrik, air,gas dan biaya pengelolaan gedung. Minusnya di Lojman ya tentu saja area apartemen streril dari rumah penduduk, lokasi agak pinggiran, kalau bisa jangan ada rumah penduduk selain komplek kami. Karena membahayakan jika berdekatan langsung dengan area pemukiman warga, kalau ada tahanan kabur. Biasa selalu terpisah jauh, ditengah ladang yang sedikit pohon besar, kalau ada yang kabur, mudah ketahuan, mau sembunyi gimana, kalau ga ada hutan yang dekat, adanya perkebunan sayur , gandum.

Kalau dibawa kecewa dan memikirkan terus, iya:S saya dari dulu nulis udah pengen tinggal di kota lagi, tapi kondisi ga memungkinkan, selalu ada aja ganjalan, bahkan sewa apartemen idaman aja gagal terus, keburu diambil orang mulu.

Sekarang mencoba berpikir positif: ga terlalu buruk sebenarnya, toh bukan di daerah terpencil yang sulit akses. Jalanan bagus, kendaraan ada. Fasilitas berselancar internet juga suami sediakan. Dan ada rencana tambahan: ingin beli sepeda listrik atau motor listrik. Supaya kalau saya ada kebutuhan beli sesuatu ke market, tidak harus nunggu suami, atau berharap suami ngajarin saya nyetir lagi, dengan catatan kesabarannya meningkat hahahha. Ada servis antar jemput sekolah juga.

Positifnya lagi, karena ini daerah baru dan banyak spot wisata juga, ada pantai, gunung, pemandian air panas dll, dengan tinggal di lojman, pengeluaran lebih terkontrol dan bisa nabung, dengan sewa apartemen di Turki yang makin ga ngotak harganya tiap tahun, apalagi İstanbul, bikin panas dingin kalau penghasilannya mata uang lira, nyesek.

Nanti saya update lagi cerita selanjutnya, sekadar melepaskan penat dan beban pikiran, perkara pindah pindah itu emang berat:S kadang ya mikir, kenapa kita sendiri yang nekad heheh.

Tapi ini juga rencana Allah, sudah tercatat juga kan kita di dunia akan ngapai, dimana hidup. Bayangkan dari awal suami cuma pengen ke Manisa, Manavgat, saya tawarin kota dekat dari Corum aja nolak, dia susun rencana ke kota A, B, yang dia idamkan, kenapa ujung ujungnya malah pilih Balikesir, dan kami juga kurang tahu kota ini, kalau Yalova misalkan, ada saudara yang tinggal disana, paling ga ada orang terdekat yang bisa dipercayai untuk kasih pendapat dan bantu, saya ga terlalu berharap lulus juga beliau mutasi karena mikir situasi ekonomi negeri ini yang sulit. Tahunya lulus, tadinya mau fokus pindah ke corum merkez aja setelah anak anak lulus Sekolah, gpp kok. Malah lulus lah dia mutasi, ditarik kembali jelas ga mungkin, karena keputusan dari atas. Mau tidak mau harus tetap pindah bulan ini.

Ya mungkin nanti bakal banyak cerita baru ditempat baru…sebenarnya ga buruk buruk amat sih kalau udah terlewati semua ini…, cuma prosesnya harus dijalani saja, ya stress ya emosi ya mikirin duitnya hahahahah.

Kalau menurut teman yang sering jadi teman curhat: Jalani saja dulu, kita ga tahu ada apa di masa depan, kenapa kok dipersulit cari rumah, kenapa kok dihindarkan dari rumah idaman, kenapa ga sesuai keinginan semua, akan terus mempertanyakanya. Cuma harus inget: apa yang kita anggap suatu kebaikan belum tentu di mata Allah juga kebaikan, dan sebaliknya suatu yang tidak kita senangi, namun itu justru baik untuk kita.

Mungkin atas peristiwa sebulan yang kami lewati ini, suatu saat bisa menemukan alasan dan makna dibalik semua ini…doain ya