Apakabar teman-teman? yang masih setia baca tulisan saya di Blog:) Maaf ya jarang update. Jadi mari kita bercerita lagi.

Juni ini kedua anak saya telah menyelesaikan sekolahnya di İskilip. Si Bungsu lulus dari TK, cuma perpisahan tanpa wisuda seperti yang ramai di sosial media,dia tampil di panggung.

Lalu abangnya juga Alhamdulilah lulus SD, oh ya jenjang SD di Turki hanya 4 tahun ya, nanti kelas 5 masuknya SMP, Tidak ada rangking, hanya nilai ujian akhir yang ditulis di karne (rapot) nilai ujiannya bagus syukurnya, dan sertifikat ‘Takdir Belgesi’ dia dapatkan juga. Nilai tertinggi: Bahasa İnggris, 100 semua. Harus bangga , kan Anne-nya Bule hahaha bulepotan, sebagai anak mix, penguasaan bahasa asing jadi sorotan dong ya, karena sedari lahir sudah diajak ngobrol dua bahasa:D

Alhamdulilah pas banget memang jarak keduanya selesai sekolah di tahun yang sama.

Sepulang dari acara perpisahan di Sekolah si Sulung, jumat 16 juni lalu, kami langsung Menuju BİM di dekat rumah sakit umum İskilip, kebetulan ada masjid kecil juga di seberang jalan. Setelah si Baba memarkirkan kendaraan, dia dan Fatih menuju masjid untuk solat jumat dulu, dan BİM market juga tutup sementara selama jumatan, jadilah saya dan si bungsu jalan jalan sebentar, ke park, jajan permen di toko kecil, nunggu si baba selesai jumatan. Begitu jumatan bubar, BİM juga langsung buka kembali, saya dan si bungsu yang sudah dekat market, langsung masuk duluan. Kita mulai belanja bulanan.

Belanja saat itu hanya membeli seperlunya, biasa kami langsung belanja banyak untuk stok sebulan.

Pulang dan datang pengumuman

Pulang ke Lojman, selain membereskan isi belanjaan, dan bersiap untuk masak. Tiba tiba si Baba ditelpon temannya untuk mengucapkan ‘hayırli olsun’– ternyata nama dia ada didaftar yang lulus mutasi kerja. Pengumumannya sengaja dibarengkan dengan hari pembagian rapot anak sekolah dan libur resmi musim panas.

Ya, kami akan pindah dari lojman, iskilip-Çorum. Total 4,5 tahun kami menetap di Lojman, sebenarnya jatah lojman habis tahun depan-tepat 5 tahun-tapi suami memutuskan untuk pengajuan mutasi tahun ini karena pas dengan anak-anak lulus sekolah semua. Kalau Tahun depan rasa nanggung: si Bungsu baru masuk kelas 1 SD, abangnya juga baru masuk SMP, masa harus berpisah sama teman sekolah yang baru mereka kenal. Jadi-nya di pas-in, biar ga ribet urus urus pindahan sekolah anak-anak, ditempat baru mereka mulai sekolah dari awal.

Pencarian rumah di mulai

Ah ini yang bikin stress kami berdua hahaha, ga mudah! apalagi kondisi negara saat ini dengan ekonomi yang tidak baik-baik saja, nekad banget emang kami ini:S sama aja sih waktu pindah dari İstanbul juga sama nekad-nya, pasca peristiwa kudeta yang gagal. Sekarang lagi inflasi tinggi ya nekad juga. Tapi ya gitu: selama kita percaya sama rezekinya Allah, jalani saja. Alhamdulilah bisa terlewati juga masa masa di İskilip. Kali ini juga pasti bisa!

yang lolos mutasi dari tempat kerja si suami ada 6 orang: ke 3 istri rekan suami adalah teman teman tadarusan Ramadan lalu, Sümeyye akan pindah ke kota Amasya, asal suaminya, lalu Esra juga akan ke Amasya, masih satu daerah, lalu Semra akan ke sungurlu, kemudian kami. Ada juga teman suami yang pindah ke İstanbul.

Ada juga teman suami yang ga lolos mutasi: sepasang suami istri, satu lagi osman abi, rekan seniornya, mungkin tidak ada kuota di tempat yang dituju.

Sistem mutasi kerja versi pns Turki

Untuk ditempat kerja si suami, tiap tahun selalu buka rotasi untuk mutasi kerja dikirim ke berbagai daerah. Biasanya ketika tanggal pendaftaran mutasi diumumkan-hanya diberi waktu seminggu pengajuan, dan hanya diberi 2 pilihan tujuan tempat dinas baru.

Pengumuman hasilnya sebulan kemudian, setelah data para pengaju mutasi dikumpulkan dan diseleksi tim pusat. Hasilnya diumumkan bareng dengan jadwal libur musim panas, tujuannya supaya lebih mudah proses pindah rumah dan urusan sekolah anak anak.

Pas cari cari rumah di İnternet, kami berdua berbagi informasi harga sewa dibantu teman WNİ yang kami kenal di kota tujuan, cukup membuat stress juga ketika harga sewa yang cocok sulit sekali nyarinya. Kebanyakan disewakan full furniture.

Sekarang saya dan suami mulai packing isi rumah dikit-dikit, selepas idul adha kami baru mulai bergerak untuk pindahan rumah, begitu juga teman teman suami yang lain, karena nanggung sekali jika minggu ini berbarengan dengan libur idul adha, hari raya besar di Turki. Sementara dia tetap masuk kerja seperti biasa.

Keluarga di Corum belum kita kabari, ya sudah ditebak pastinya bakal kaget dan suami bakal kena ceramah heheh. İni keputusan bersama, toh selama dia belum masuk masa pensiun, opsi pindah dinas itu masih terbuka lebar, kerjaan dia ga statis di satu tempat, apalagi ada rencana untuk ujian internal kedepannya, yang otomatis jika dia naik jadi kepala tim, penempatan kerja ga diatur sendiri:S dan pasti dipindah-pindah kan terus. Sekarang kami masih bisa mengajukan tujuan kota sendiri, kedepannya tidak dikasih pilihan lagi tapi dipilihkan.

Capek ga?

Bohong banget kalau ga capek, tapi daripada mikir beratnya, jalani saja apapun yang sudah dipilih. Waktu cepat sekali berlalu, bisa dijadikan cerita dan pengalaman hidup di masa tua. Saya sih impiannya bisa menikmati hari tua bareng suami di kampung İndonesia juga. Di Turki jalani saja takdir yang sudah dipilih saat ini. Doakan saya dapat rumah dekat masjid ya, rindu sekali rasanya.

*nanti saya cerita lagi jika sudah resmi pindah*** dan bagaimana suasana kota tinggal baru–doakan lancar ya