Tidak terasa sudah bulan Ramadan lagi ya, baru sempat nulis lagi di Blog, apa kabar teman teman?

Kabar apa ya kira-kira yang menarik?

Kegiatan Ramadan? tadinya kepikiran ingin ikut challange Nulis di Blog dari komunitas BP, cuma saya pikir, waktu luang untuk menulis cukup sempit. Jadi saya manfaatkan waktu itu mengisi kegiatan Ramadan saja.

Kegiatan Ramadan di komplek lojman-ada juga tadarusan bersama teman teman komplek, tahun lalu saya ikut juga. Mereka menyebutnya Mukabele, perhari baca 1 atau 1 setengah juz, baca yassin, ditambah surah al jumuah dihari jumat, lalu salah satu teman yang kebetulan berniqab dan juga masha allah pemahaman agamanya cukup baik, ditunjuk jadi hoca. Dia yang mimpin tadarusan, lalu mengisi kajian Ramadan. Dia juga mengajari teman teman yang masih kurang lancar membaca alquran untuk belajar tajwid bareng. Namanya Merve. Suaminya dulu sama sama bertugas di İstanbul bareng, sama sama asal Corum, kemudian mengikuti jejak kami, pindah dinas ditempat saat ini.

Selain kegiatan di lojman, dimulai selepas dhuhur sampai ashar, pagi-nya saya tetap ikut gabung tadarusan online bareng MT Annisa İstanbul, teman teman lama di İstanbul, ada ustazah-nya juga yang turut membantu memperbaiki bacaan para peserta, jadi nambah ilmu bareng.

Ya Alhamdulilah puasa disiang hari jadi tidak terasa, karena Allah beri kesibukan yang begitu İndah, tau tau pulang ke rumah sudah masuk waktu ashar lanjut nyicil masak untuk menu iftar sekeluarga. Saya merindukan suasana Ramadan di masa lalu, ternyata Allah ganti yang sama sama menyenangkan. Meski jauh dari mana-mana, Ramadan tetap hadir.

Fatih dan puasa

Tahun lalu Fatih sudah belajar puasa seharian penuh, ada beberapa hari batal, karena sakit. Dia niat tahun ini bisa puasa full, usianya pertengahan tahun ini 10 tahun, jadi sudah sewajarnya dia belajar berpuasa penuh. Lucunya, tadi siang dia kelupaan ngunyah permen karet yang dikasih adiknya:D kemudian lapor, kata saya: lanjut aja, kalau karena lupa, Allah Maha pemaaf, kecuali emang secara sengaja makan permen karet.

Mungkin agak sedikit heran, melihat seusia Fatih puasa, apalagi waktu kelas 1 SD, ternyata di Turki belum semua anak dikenalkan puasa penuh, saya juga mikir, kalau Ramadannya jatuh di musim panas, dimana puasa bisa sampai 16-17 jam, kasihan memang. Tapi tahun ini puasa jatuh di musim semi, saya yakin anak anak cukup kuat, maghrib sekitar pukul 7 malam, bukan pukul 9 malam lewat, seperti awal saya menetap di Turki.

Puasa pertama di Turki dan musim panas, siangnya janjian ketemu orang di luar, cuaca terik. Buka puasa pukul 9 malam lewat, itu rasanyaaaaa luar biasa, sudah hilang semua tenaga, lemas, letih lesu, kepanasan, udah berasa halusinasi. Tahun ini Alhamdulilah masih musim semi.

Belakangan cuaca juga kurang bersahabat, hujan es, katanya ada salju lagi turun di beberapa daerah, hikmahnya tukang es krim belum laku heheh, biasanya kalau bulan puasa iklan minuman juga sliweran di TV, tapi kalau cuaca galau, orang sepertinya lebih pilih makanan hangat.

Awal Ramadan, suami sempat beli 1 kardus es krim magnum isi 4 box magnum mini, ternyata dapat promo dari distributor penyuplai es krim di tempat kerjanya-kirain promo online, saya koreksi*promo khusus pegawai, ya lumayan harganya setengah dari harga pasaran, kalau merk ini sepaket seharga 100 lira, kita tebus cukup 40 lira, alhamdulilah, stok buat Ramadan, belum seminggu juga habis, gimana ga cepat habis, baba dan anak anaknya patroli buka tutup freezer kulkas terus.

Kenapa saya tulis ”mungkin terakhir?”

Ya bisa juga karena tahun ini sebagai tahun terakhir kami menempati komplek dinas pegawai, jadinya tahun depan insha allah sudah pindah dari planet pluto. Berharapnya entah balik ke pusat kota Corum atau kota lain, saya cuma ingin lokasi tinggal tidak jauh dari masjid, jika Allah masih mempertemukan Ramadan kembali, bisa tarawih kembali di masjid seperti dulu, terakhir tahun 2018:) sebelum pindah ke tempat sekarang.

Lokasi komplek dinas jauh dari mana-mana, masjid terdekat di komplek perbengkelan kucuk sanayi, hanya ada jamaah laki-laki, jamaah perempuan diberi tempat di masjid pusat kotanya, cukup jauh. Biasanya tarawih sendiri dirumah, kalau suami kadang ya bareng temannya bisa ke masjid, ibu ibu agak kesulitan, meski tidak wajib juga. Tapi namanya Ramadan, suasananya selalu dikangeni.

Nanti saya lanjut lagi***saatnya masak