Apa yang dirasakan hidup di Turki pasca gempa besar 7 februari lalu? Banyak warga di daerah lain merasakan ketakutan yang sama, bisa terjadi gempa kapan saja, apalagi posisi geografis negara Turki yang memang dilewati lempengan Anatolia, Turki menjadi salah satu negara paling aktif zona gempa bumi di dunia (ini bukan prestasi-.-‘)
Mimar sinan
Nama tokoh termashur di era Ottoman, beliau adalah arsitektur ternama di era tersebut, dia membangun ratusan proyek baik masjid, sekolah, jembatan di era sultan sulayman, Selim II dan Murad III, karyanya yang terkenal salah satunya Masjid Biru (suleymeniye cami) Kenapa saya menulis tentang tokoh bersejarah ini dan apa kaitannya dengan gempa Turki?
Karena arsitektur besar ini sudah paham dengan kondisi geografis daerah Anatolia yang dia tinggali–Beliau lahir di tahun 1588–dimasa itu teknologi prediksi gempa belum semaju sekarang- Beliau menerapkan skala gempa (Deprem Terazisi)
Apa itu Deprem Terazisi?
Mekanisme yang disebut 'skala gempa' di berbagai masjid Anatolia memiliki struktur silinder. Sistem yang menunjukkan apakah bangunan tersebut rusak setelah gempa atau tidak, digunakan di berbagai titik struktur berupa marmer atau beton.

Kalau berkunjung ke masjid atau bangunan karya Mimar sinan, semua bangunan karyanya diterapkan skema gempa ini, berbentuk tiang silinder.
Di kota terdampak gempa, kervansaray-yang dibangun Mimar sinan berusia 499 tahun, aman dari gempa.
Oh ya kervansaray itu apa? karena di kota saya tinggal tidak ada, belum ada dokumentasi fotonya.
kervansaray itu semacam bangunan multifungsi:
komplek penginapan yang dibangun dijalur perdagangan di masa lalu, untuk tempat para pedagang, musafir yang sedang bepergian, bisa istirahat sejenak memulihkan kondisi, jika sakit biasanya ada balai pengobatan juga, lalu ada masjid tempat beribadah, restoran, veteriner-untuk mengobati hewan hewan yang ikut melintas seperti kuda, apotek/tabib dan terjamin keamanannya juga, karena biasanya ada benteng penjaga–gambaran simpelnya untuk perbandingan di masa sekarang diadaptasi jadi semacam rest area.
Beberapa kervansaray masih bisa didatangi di Turki, dimasa lalu menurut catatan sejarah ada sekitar 200an kervan saray dibangun di jalur perdagangan-terutama era jalan sutra.
- Kervansaray Rustem Pasha di Edirne
- Kervansaray Okuz Mehmet Pasha di Kusadasi
- Kervansaray Kanuni di Cesme
- Kervansaray Deliler Hani atau Husrev Pasha Hani di Diyarbakir
- Kervansaray Rustem Pasha di Erzurum
- Kervansaray Silahtar Mustafa Pasha di Malatya
- Kervansaray Sultan Han di jalan antara Konya dan Aksaray
- Kervansaray Alay Han di Aksaray
- Kervansaray Sarihan di jalan antara Avanos dan Urgup
- Kervansaray Serapsu Hani di jalan antara Alanya dan Antalya
- Kervansaray Alara di Alanya
- Kervansaray Kirkgoz Han di jalan antara Antalya dan Bodrum
- Kervansaray Sultan Suleyman di Buyukcekmece, Istanbul
- Kervansaray Ortakoy di Inegol, Bursa
- Kervansaray Atik Valide di Uskudar, Istanbul
(cttn sumber dr blogfatchulwachid.wordpress.com)
Jika kita jeli menonton film-film berlatar masa kesultanan–sering ada adegan musafir yang beristirahat di kervansaray, sebelum melanjutkan perjalanannya, seperti itu gambaran kervansaray-Rest area di masalalu.
Mimar sinan pun membangun kervansaray, salah satu karya arsitekturnya di kota terdampak gempa, terbilang aman dan jadi tempat pengungsian warga saat ini, beberapa korban gempa diwawancara, mereka mengatakan merasa aman berlindung dibangunan tua tersebut, Karena bangunannya menerapkan skema gempa.
Menurut berita yang saya baca, para arsitek jepang menjadikan karya mimar sinan ini sebagai contoh untuk menerapkan skema gempa, mereka menghargai karya mimar sinan. Mungkin tidak secara langsung, para arsitek Jepang menerapkan skema gempa dan mengembangkannya kembali disesuaikan kemajuan teknologi zaman sekarang, hasilnya bisa kita lihat: ada banyak bangunan di jepang terbilang aman dari gempa bumi.
Sedang di Turki? Tidak semua menyadari atau menerapkan ‘warisan ilmu arsitektur’ dari Mimar sinan. Ada banyak permainan kotor, kontraktor berbuat curang, demi keuntungan semata, orang orang kemaruk ini hidup nyaman dengan harta ‘haram’. Hingga akhirnya gempa besar terjadi, Allah juga membuka kecurangan para pengembang tersebut, beberapa mulai ditangkap pihak berwajib ketika akan melarikan diri ke luar negeri, karena hampir semua proyek bangunan mereka runtuh, bangunan baru berdiri 3 tahun, 1 tahun, dalam iklan yang mereka menulis: bahwa bangunannya anti gempa, mirisnya justru bangunan itu ambruk total dan banyak menelan korban jiwa.
Ada juga cerita tentang bangunan yang aman dari gempa, Bisa jadi karena kontraktornya amanah, jujur dan menerapkan ilmu yang diwariskan leluhurnya mimar sinan, namanya Zekeriya dastci, nama pengembang ini disebut sebut netijen lokal, karena kesaksian mereka, hampir seluruh bangunan karya beliau aman dari gempa, netijen bahkan menvideokan-nya, padahal bangunan di kanan kiri-banyak yang rusak, sedang karya orang tersebut, terbilang aman.
Adaptasi dengan kondisi alam
Sebagai orang İndonesia apalagi lahir dan besar di pulau jawa, dimana masuk rings of fire-selain gempa tektonik ada juga vulkanik, belum tsunami, kurang lengkap apa coba-.-”) mau hidup di Turki atau İndonesia, rasanya ya sama aja, Bencana bisa datang kapanpun. Selain tidak lupa berdoa meminta keselamatan, ikhtiar juga harus dipikirkan, seperti yang sudah dijalankan Mimar sinan, menerapkan hunian tahan gempa.
Semoga kontraktor di Turki mulai insyaf, berprilaku amanah dalam membangun, ada nyawa para penghuni dipertaruhkan, tidak hanya memikirkan keuntungan semata, berat lah nanti pertanggungjawaban mereka juga di akherat.–ya kalau mikir kesana*– Hingga suatu saat kita bisa bersikap seperti orang jepang, tanggap bencana, siap kapan saja, bangunan mereka pun terbilang kuat, bisa meminimalisir korban jiwa. Saya yakin Turki bisa, İndonsia juga bisa, tergantung pemimpinnya sih:)

Makasih sharingnya
LikeLike
sama sama
LikeLike
Sejak baca berita gempa di Turki ini, aku jujurnya juga kuatir kok kalo stay di tempat yg tinggi. Takut aja runtuh mendadak. Ga kebayang itu pas sedang tidur, tapi tau2 apartemen roboh 😔. Dulu pas di Penang aku sempet kuatir pas liat bangunan2 apartemen di Penang yg banyak dibangun di perbukitan mba. Aku mikirnya kalo longsor gimana. Dan Bbrp waktu lalu , belum lama kok, beneran kan longsor.
Semoga kontraktor2 ini ga cuma mikirin kantong pribadi lah. Bingung aku, kok ga serem makan dr uang haram. Korbannya ribuan gini, gimana pertanggungjawaban mereka coba.
Kemarin suami sebelum ngizinin aku ke Dubai Turki ini, juga kuatir soal gempa. Tapi Krn lokasinya jauh juga, akhirnya diizinin pergi 😁
LikeLike