Hari senin 6 Februari 2023 sekitar pukul 4:17 dini hari, Gempa besar mengguncang Turki, Saya luruskan, karena Februari masih musim dingin, pukul 4 belum masuk waktu subuh. Masih banyak warga yang terlelap, cuaca dingin dan turun salju, –Gempa berkekuatan 7.8 termasuk gempa besar di Turki semenjak tahun 1939 setelah di Timur laut Turki, Pusat gempa berada dekat dengan permukaan tanah 18 km. Mengakibatkan kerusakan yang cukup hebat ditambah lingkungan dengan struktur bangunan yang tidak cukup bagus (sumber itb.com)
Burung-burung dan anjing memberi peringatan dari dalam bumi, hewan memiliki peralatan sensori yang sangat berkembang dan dapat membaca serangkaian sinyal alami yang mungkin menjadi cara mereka bertahan hidup. Sehingga, sangat mungkin hewan-hewan ini dapat menangkap tanda-tanda gempa.(bbc)
Gempa besar ini menjadi kedukaan Turki, Pemerintah resmi mengumumkan Milli yas (Duka nasional) seluruh wilayah berkabung, menurunkan bendera setengah tiang, sekolah diliburkan dan diperpanjang sampai tanggal 20 februari, relawan datang dari berbagai penjuru negeri, semua warga berduka.
Turki meminta bantuan internasional, negara negara tetangga langsung mengulurkan tangan.
Sejenak mereka ‘berdamai’ demi kemanusiaan. Pemandangan langka bisa dilihat di bandara, ketika pesawat kargo İran dan İsrael bersebelahan, Pakistan-İndia, Rusia, Ukraina, Armenia, Yunani, Cina, Taiwan, Azerbaijan, beberapa negara yang bersitegang karena politik bisa menanggalkannya dulu di tanah Turki.
Mereka turut membantu Turki, berlomba dengan waktu menyelamatkan para korban dari reruntuhan puing apartemen yang hancur.
Ribuan korban jiwa terus bertambah setiap hari, kesedihan menyelimuti seluruh negara ini.
Kisah penuh hikmah para korban gempa Turki
Para korban gempa ditolong Malaikat
Banyak korban dibalik reruntuhan menceritakan kisah haru selama mereka menanti pertolongan, anak -anak yang polos menceritakan kisah mereka dibalik reruntuhan.

147 jam tertimbun reruntuhan, ketika dia diselamatkan ditanya, apakah dia lapar? dia bilang ”tidak, perutnya sudah kenyang, sudah makan”.

beberapa kisah yang dirangkum, anak 5 tahun ditanya apa dia mau coklat? dia bilang: tidak lapar, sudah makan, karena ada ”kakak-kakak” baik yang memberi dia makan, Bahkan bayi umur 2 bulan yang terjebak 30 jam kondisinya pun baik-baik saja

Cerita tenaga medis memeriksa anak yang baru diselamatkan setelah 4 hari terjebak reruntuhan, kondisinya normal saja, tidak kekurangan gizi, semua diperiksa dalam kondisi baik-baik saja.
Kesaksian ini juga ditambahkan dengan sebuah video yang beredar, anak usia 6 tahun di salah satu kota yang terdampak gempa, dia menceritakan kisahnya selama dibalik reruntuhan, bertemu ”sosok” penolong, yang memberi dia makan dan mengajak dia bermain, dengan polosnya dia menceritakan kisah tersebut.
Kekuatan iman
Ada seorang pria 140 jam terjebak reruntuhan, dia bertahan dengan cara terus membaca alquran yang dihafalnya sampai pertolongan itu datang, ketika tim penyelamat menolongnya , dia terus melantunkan ayat ayat suci alquran, videonya viral, tidak hanya satu orang, ada korban yang juga melakukan hal sama, bahkan tidak berhenti melantunkan ayat ayat alquran selama di dalam ambulan menuju rumah sakit.
Lalu beredar pula, foto tangan seseorang dibalik jendela sedang memegang tasbih, beliau adalah: Maḥmūd Durusoy al-Naqshbandī, a deputy of Shaykh ‘Osmān Nūrī Topaş. Seorang soleh, menurut kesaksian orang terdekatnya, Beliau seorang muslim yang selalu menegakkan salat tahajud setiap malam, kemudian dilanjutkan berdzikir, hingga gempa itu tiba. Diwafatkan sesuai kebiasaan baiknya disepertiga malam, wafat dalam keadaan berdzikir menyebut asma-Nya.

Banyak hikmah dibalik bencana gempa ini, Allah SWT menunjukkan kekuasaannya, pertolongannya bagi orang orang terpilih.
Meski sedikit menyebalkan membaca komentar kebanyakan netijen +62 (dan saya jadinya meng-iya-kan survey yang menulis kebanyakan netijen İndonesia tidak sopan, semoga kita bukan diantara mereka)
Mengaitkan bencana gempa bumi dengan azab dan segala teori konspirasi-.-”, karena kami hidup di Turki dan menyaksikan dan juga turut merasakan*lokasi tinggal juga sempat ada getaran**
Banyak orang baik, orang soleh juga turut jadi korban jiwa, murid murid pesantren tahfid alquran juga turut jadi korban.
Jika mereka tidak mengenal negara Turki sebenarnya, diam itu lebih baik! apalagi ketika negara ini tertimpa bencana, bukan ditambahi komentar yang menyakitkan. Korban jiwa setara dengan jumlah penduduk kota saya tinggal sekarang, itupun jika angkanya tidak terus bertambah, bayangkan-.-‘ satu kota.
Menilai keimanan seseorang hanya karena negaranya? bahkan di negara yang mereka labelkan kata negara kafir pun banyak saudara muslim hidup disana dalam kondisi baik.
—
Semoga Turki bisa bangkit kembali–Para korban diberi kekuatan untuk meneruskan hidup mereka setelah peristiwa yang cukup mengguncang ini, banyak warga kehilangan keluarganya-
Dan bencana ini juga jadi pelajaran besar tentang kemanusiaan, Allah juga menunjukan busuknya orang orang tamak yang turut andil–dimana banyak kondisi gedung yang dipertanyakan kualitasnya–
Allah juga menunjukkan kasih sayangnya.
Banyaknya tangan tangan baik negara negara sahabat yang sigap menolong–mengesampingkan perbedaaan politik, hubungan bilateral yang buruk demi menolong Turki. Saya banyak baca komentar netijen dari negara negara tersebut dalam bahasa inggris, rata rata dukungan moral, kalimat yang baik, ketika baca sebagian komen dari netijen negara sendiri, istighfar -.-‘ sedikit mengecewakan, padahal ngakunya sesama saudara muslim. Terimakasih buat netijen yang masih waras dan insha allah banyak yang lebih waras dan beradab mendoakan yang baik jauh lebih banyak.--Sekalian nulis mengungkapkan rasa kecewa saja—
Kapan kapan saya tulis lagi di Blog, Saat ini masih hari berkabung nasional Turki.

Kalo ga tau dan ga yakin cerita sebenernya, lebih baik diam memang. Aku sendiri milih ga komen ttg sesuatu yg aku ga kuasai, ga melihat langsung, ga ada sumber terpercaya, daripada nimbulin fitnah 😔. Apalagi sampe dipercaya Ama banyak orang, ga kebayang dosanya…
Bingung memang dengan orang2 yang bisa seenaknya ngucapin hal begitu. Apa ga takut Yaa ngerasain juga nanti 😖.
Sedih baca gempa di Turki ini. Ga kebayang sedang tidur dan tiba2 runtuh 😭. Ya Allah, memang Yaa ajal terkadang bisa tiba2 😭
LikeLike