Godaan setiap buka sosial media itu rasanya jari ga tahan untuk ngetik sesuatu di kolom komen yang disediakan, apalagi jika postingan yang tersebut mengundang kontroversi.

Baru saja masuk diawal tahun 2023, sejumlah postingan publik figure tanah air membuat netijen ga tahan untuk meninggalkan komen: antara komen positif, saran dan ujungnya julid, mengutip makna dari kata julid-

JULİD: “judes lidah“. Ini cocok dengan penggunaannya dalam percakapan sehari-hari di mana orang yang julid cenderung tutur katanya tajam, nyinyir, dan hanya membicarakan keburukan orang.(unknown-quora)

Apakah kita sudah masuk kategori ini?

Apalagi jika ada komen adu nasib?

Adu nasib itu seperti ini: Ada seseorang posting tentang keluhan anaknya yang susah makan, dia berharap dapat solusi dari teman sosial medianya, tapi yang ada komen muncul malah adu nasib dan ujungnya pamer sendiri-ada tipikal seperti ini juga.

Bahas sosial media memang tidak akan ada habisnya, selalu muncul aja cerita baru setiap hari. Tinggal balik ke diri sendiri, punya pengendalian diri sekuat apa untuk menahan jarinya supaya tidak keluar ketikan jahat.

Dosa pilih pilih

İni yang saya amati jika membaca, menonton video sesuatu yang viral dan banyak diperbincangkan netijen. Tema tidak jauh dari perselingkuhan. Pasangannya berselingkuh hingga menghasilkan anak dengan perempuan selingkuhannya. Oh bukan ini saja, banyak tipe perselingkuhan baik pasangan yang sudah legal terikat pernikahan, maupun pasangan yang masih tahap penjajakan atau pacaran.

Sebagai umat islam, kita paham aturan ini, berdekatan dengan lawan jenis ya dosa, apalagi sampai tahap yang lebih jauh-melakukan hubungan layaknya suami istri tanpa ikatan pernikahan. Sudah paham dosa, tapi kan ‘enak’ ya tetap aja dilakukan, sampai ada istilah ‘jatah mantan’- melakukan hubungan dengan sang mantan-sebelum dia melakukan akad nikah dengan pasangannya. Saya pikir karangan saja, ternyata benar adanya terjadi di masyarakat. İni dosa besar loh.

Malah lucu lagi ketika pergeseran moral ditengah masyarakat, anaknya hamil duluan dianggap lagi bukan sesuatu yg memalukan, dibanding anak gadisnya diatas usia 25 tahun bahkan 30 tahun belum menikah, tidak laku-laku dicap perawan tua. Asal nanti dinikahi, engga apa-apa hamil duluan? wah sudah separah itu.

Makan daging babi haram? bahkan banyak yang mempertanyakan suatu makanan viral kalau belum ada label halalnya, apalagi jika itu makanan import, bagus sih disatu sisi sadar banget akan konsumsi makanan halal, tapi disisi lain prilaku yang haram-tutup mata- ya pacaran ya tidur bareng- dia juga protes kalau makanannya ga halal.

İndonesia orangnya ramah ramah?

İni menurut suami setiap ikut pulang ke İndonesia, dia suka dengan kehangatan orang İndonesia, tulus menyapa, membantu, bahkan pernah dia dibantu pak TNİ waktu saya telat jemput di bandara, dipinjamkan telpon genggamnya untuk menelpon saya. Di kehidupan sehari-hari kesan ini tetap membekas dan menjadi ingatan yang baik baginya tentang İndonesia.

Dan belum tahu saja dia tentang prilaku netijen İndonesia, banyak yang sebaliknya

Biarlah tidak tahu saja, karena komenan julidnya sudah terkenal dan masuk survey pula, bagusnya dia juga tidak buka akun twitter..LOL

Sekarang di fase, lah ngapain juga sih nimbrung komen tidak berfaedah? tapi bukan berarti saya tidak membacanya, menarik buat dibaca tapi sejauh ini pengendalian diri untuk tidak ikut nimbrung lebih diutamakan.

Kalau teman teman bagaimana?