Menulis ini tanggal 30 Desember, malam sabtu. Siang tadi kami sekeluarga pergi ke rumah sakit. Dua anak sakit, lalu saya juga ke Dokter Ortopedi ada keluhan jempol yang sakit dan sakitnya ini merambat sampai pundak, jempol terasa pegal dan sakit jika ditekan.

Sebenarnya sudah beberapa cara saya lakukan untuk mengurangi rasa sakit jempol tangan kiri. Mulai dari pijatan, mengoleskan krem untuk otot yang tegang, lalu balsem, minyak kayu putih dan kerokan tangan, ya sebenarnya mengetik dengan kedua tangan ini juga cukup melelahkan apalagi tangan kiri. Karena dirasa tak kunjung sembuh, suami membuatkan rendevu ke dokter ortopedi di rumah sakit lokal, sekalian ke dokter anak, Fatih beberapa kali mengalami demam, pernah seminggu lebih dia izin tidak sekolah karena sakit, sembuh sebentar malah disamperi anak tetangga main di komplek, cuaca dingin. Pulangnya mengeluh demam lagi, 2 hari sembuh. Lalu tumbang lagi kamis lalu. Membuat saya dan suami khawatir, apalagi wali kelasnya di Grup WA sudah memberikan jadwal ujian minggu depan. Fatih sudah tahun terakhir di sekolah dasar (di Turki, tingkat SD ditempuh 4 tahun) Tidak mau ketinggalan, adiknya juga ketularan, pagi pagi cek suhunya panas juga, waduh-.-”

Jadilah hari ini pergi ke rumah sakit sekeluarga, ke dokter anak dan Ortopedi.

Jempol sakit ke Ortopedi

Jempol kiri terasa sakit, lebih tepatnya terasa pegal dan itu menjalar ke siku dan bahu-searah, tapi ke empat jari lainnya baik-baik saja, rasanya jempol sakit ini mirip seakan saya selesai membawa beban cukup berat, nyeri pegal, tapi hanya bagian jempol.

Dokter melakukan pengecekan, pertama saya diminta untuk mengepal dengan posisi jempol didalam, kemudian dia tekan titik yang saya keluhkan, bahu saya dicek, diminta regangkan tangan. Setelah itu saya dirujuk ke bagian Rontgen, kedua tangan dan telapak tangan dirontgen. Setelah selesai saya malah mengucapakan: Sağol petugasnya balas: rica ederim, biasanya sebagai pasien mengucapkan: kolay gelsin. Dimaklumin mungkin ya kalau orang asing.

Lalu balik lagi ke dokter, hasil rontgen sudah masuk di komputernya, kemudian dia cek, tidak ada masalah dengan tulang dijari maupun bahu, semuanya normal, menurut beliau, ini faktor kelelahan saja. Lalu saya diresepkan salep untuk mengurangi nyeri, vitamin dan semacam obat pegal juga. Kurangi beban berat ketika menggunakan tangan kiri terutama jempol, kalau bisa diistirahatkan, jika masih sakit dibantu kompres dengan es terutama dibahu. kalau kata suami: ” kamu harus liburan dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah terutama masak” ujarnya. ‘‘ wah dengan senang hati, masalahnya kamu bisa masak ?’‘ dia terdiam. Pekerjaan rumah lainnya sudah biasa dia kerjakan, tapi urusan masak memang sepenuhnya saya, beliau hanya membuat kopi , teh celup dan membuat popcorn saja keahliannya. Kesimpulan dari sakit jempol ini: Pekerjaan rumah tangga itu termasuk berat loh: iya kan…,

Alya kutuan?

Di rumah, kembali membersihkan rambut Alya, kok saya juga gatel? pas disisir apa ketularan juga-.-‘ total saya temukan 4 kutu, padahal rambut saya cepak abis, ya cepak banget gitu dikuncir juga belum bisa, musim panas lalu malah dibotakin. Alya yang banyak interaksi di luar karena sekolah, sedang saya? terakhir bertemu kumpul sama tetangga saja 2 minggu lalu dan tidak lepas hijab selama bertamu, saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja dari mana lagi ketularannya kalau bukan dari Alya, mana setiap hari lengket banget sama anak ini sebelum tiduran.

Sebenarnya cerita tentang anak sekolah ada yang berkutu sering saya dengar dari teman-teman, biasanya guru-meminta si anak yang ada kutunya untuk dibersihkan dulu, baru masuk lagi.

Saya mikir, selama ini cukup telaten ngurusin rambut Alya yang emang mulai memanjang, anaknya ga mau dipotong rambut lagi, mau rambut panjang, saya menggunakan produk pelembut rambut juga untuk membantu sisiran. tapi ternyata mengalami juga anak berkutu hehe, duh ga lagi deh. Sampai saya streril kasurnya, mainan kesayangannya dicuci, sprei diganti, sarung bantal diganti, sepertinya bantal juga besok saya cuci lagi*tapi ini musim dingin-.-‘ meski menggunakan pengering. Sejauh ini sampo khususnya berhasil, rambut Alya sudah bebas kutu dan lisa blackpink*upps. İmbasnya cucian malah numpuk gara gara perang kutu.

Ribut sama netijen

”pernah merasakan di’rujakin’ netijen? hahahah saya pernah dong, ini bukan pertama juga, serem serem memang jempol netijen, hanya karena beda pendapat-pemikiran saja, melebar kemana mana komennya, karena saya males balesin lagi, ya ngapain juga, buang buang energi. Kalau kata bunda corla, ngapain ngurusin, biarin aja kalau ada orang yang ga seneng sama kita. İtu urusannya. Orang bisa memaknai kalimat seperti yg diinginkannya saja, padahal maksudnya bukan seperti itu.

İni bisa saja dianggap blunder, hasil kehidupan saya di negara baru ya..ya anggap saja seperti itu. Karena biasa ditanyakan dan menanyakan sebuah alasan ketika ada yang mengklaim sesuatu, harus dengan alasan detail. Ada yang menulis: pecinta kopi, tapi hanya menikmati 1 jenis saja. Dan ditempat sekarang tinggal selalu dipertanyakan lebih dari satu: misal ‘‘lu suka Turki karena apa?” ” film”, makanannya gimana? ga cocok sih, dalam benak penanya: cuma karena 1 alasan dia mengklaim bahwa tahu segalanya dan dia mengklaim sebapai pecinta Turki. Baska? Baska? biasanya selalu ada pertanyaan seperti ini. Dan saya sekarang terbiasa dengan pemikirannya seperti itu, jadinya selalu menjelaskan detail: ” kalau saya suka Turki tertentu saja, makananya? ya ga semua” Hepsi, hep, Tek? semua atau tertentu saja? ternyata pemikiran kayak gini tidak cocok dengan netijen +62, dan dilabeli–pick pick..salty-salty banget.

Kalau dulu masa Save suriah hasil ”dagangan politik”, berhubung saya punya teman kenalan di Damaskus, saya lebih percaya dia yang mengabarkan langsung dari negara tersebut, dibanding pemberitaan dari kelompok tertentu, ngakunya agamis tapi kata kata yang ditulisnya sadis dan ga beradab, iya kena ”rujakan’ netijen mabok agama sampai disebut antek dajjal dan bahasa kasar lainnya, padahal postingannya penuh kata motivasi, relijius, santun, dibelakang layar bisa nyerang dengan kata-kata kasar luar biasa, wow deh. Dan waktu yang membuktikannya sekarang, kemana mereka? tenggelam sama fanatisme berlebihan.

Apa yang saya pelajari dari ini semua:

Sekarang saya belajar untuk ga mempedulikan orang suka atau tidak sama saya, jika dianggap bukan teman yang penting, dia datang pas ada butuh aja dan kemudian dilupakan, ya terserah.., tidak harus memaksakan standar orang lain dalam kehidupan sendiri, semua berjalan dengan sepatunya masing masing.

Harapan tahun 2023:

Sekeluarga sehat walafiat, panjang umur, pindah ke kota yang lebih baik, punya rumah sendiri*capek juga sebenarnya jadi keluarga nomaden itu-.-” diberi kecukupan rezeki dijauhkan dari kefakiran, kuat menghadapi kondisi ekonomi apapun, banyak duit aminnnn:)