Dua hari lalu, Suami pulang kerja lalu cerita di jam sarapan, katanya pusing karena semalam pas jaga kurang tidur, ada yang kabur, jadilah dia urus urus laporan sama Jandarma- Untuk di Turki, Jandarma atau polisi militer dijadikan tenaga keamanan utama selain Polisi, untuk urusan tahanan kabur itu ranah jandarma untuk menangkap kembali, pokoknya bagi tugas sama kepolisian, Kalau Polisi nangkap penjahatnya, terus diadili, Beliau bagian jagain, kalau kabur nah itu urusan Jandarma nyariin. Kenapa kabur?

Mungkin bosan didalam terus, mana disuruh kerja, eh padahal kan juga digaji, meski dibawah UMR daerah, TAPİ dapat makan, tempat tinggal yang lebih mirip asrama ya, ga make teralis, dapat akses telpon*meski telpon koin* HP ga boleh, gajian langsung masuk rekening khusus yang dibuatkan, jadi bisa disimpan untuk modal waktu bebas nanti, kalau mau jajan di kantin tinggal pake aja kartu debitnya. Tapi buat pecinta kebebasan, mereka pilih kabur aja.

Padahal ga enak juga kalau kabur, akses data belum dipulihkan, terutama di E-devlet-(E-Goverment) data warga cukup lengkap riwayat hidupnya, ya kalau dia belum bebas resmi, kan ketahuan.

Si Baba buat laporan ke Jandarma, untuk menangkap kembali, biasanya kalau ditangkap: Bukan dikembalikan ke tempat sekarang tapi dibalikan ke lapas tertutup, rugi kan. Padahal selangkah lagi bebas, malah balik dikandangin.

Pemilihan lokasi

Sebagai warga yang menghuni lojman disamping lapas, dan lokasi serasa di planet lain, saking jauh kemana-mana, saya aja kadang jenuh, meski fasilitas di rumah lengkap, İnternet juga kenceng. Bagaimana sama mereka itu? Yang mungkin terbiasa jadi anak ‘Party‘, Kegiatan di tempat sekarang itu, bisa jadi membosankan: Menghabiskan waktu senggang hanya dengan menonton TV dan membaca buku di perpustakaan, kadang juga ada olahraga, mau telpon hanya disediakan telpon koin.

Tidak heran pemilihan lokasi selalu jauh dari akses publik, demi keamanan juga.

Obrolan sama suami

Jam sarapan biasanya sering diselingi obrolan santai keluarga, kadang saya menuntaskan ‘kekepoan’ dengan nanya banyak hal ke beliau, seperti waktu kejadian peristiwa Bom di Taksim, İstanbul. Saya tanya tentang nasib para pelaku? apakah dipenjara di İstanbul? ternyata jawaban beliau: Tidak.

Di İstanbul hanya untuk mengadili, lalu dititipkan sementara di Silivri yang sekarang berganti nama jadi Marmara, setelah itu akan dikirim ke lapas khusus pelaku teror, lokasinya di luar İstanbul. Kok ga di İstanbul saja? Beliau juga kurang paham, mungkin untuk meminimalisir penyerangan, apalagi İstanbul kota megapolitan. Saya ingat sekali tahun 2016, ketika situasi politik dalam negeri sini memanas, pernah ada penyerangan di tempat kerja beliau, ada pelemparan Bom ke pos jaga, syukurnya bisa teratasi dengan cepat tanpa menimbulkan korban jiwa.

Sempat juga bertanya tentang penjara mana di Turki yang menahan orang-orang yang diduga terlibat peristiwa 2016? berkaitan dengan peristiwa 2016, dan beliau membocorkan lokasinya. Lalu saya tanya? ”ga tertarik tugas disana?”. jawabnya : kalau bisa engga deh!– Tekanan lebih besar– Apalagi jika isinya pelaku teror, keamanan super ketat, meski pelaku biasanya masuk sel khusus dipisahkan dengan pelaku kriminal biasa, ditambahjika berbau politik..yaa.

Sekarang itu lebih tertarik bertugas di Açık- lagi, seperti lokasi sekarang bekerja, karena lebih ke lembaga pelatihan, fokus tiap Acik-C juga beda-beda, ada yang dikhususkan bidang pertanian, industri, peternakan, perkebunan. Jasa- seperti dikota kirsehir, malah mengelola restoran dan pusat souvenir. Beliau mengincar bidang perkebunan, daripada ngurusin terongiris, mending ngurusin kebun , tingkat stress nya beda heheh.

Jadi apa sudah tertangkap yang kabur?-Belum ada kabar lagi, biasanya emang tugas Jandarma yang ngider nyari, Untuk keamanan lapas juga dipegang polisi militer-Jandarma- Bukan polisi biasa, Kalau Polisi: mereka tugasnya ngurusin kriminal di perkotaan, kalau udah penjahatnya blusukan di desa, gunung, udah bukan wilayah kerja Polisi Turki tapi Jandarma, mungkin sering lihat di berita TV Turki, kalau ada kasus di daerah, yang eksis malah bapak-bapak berseragam setengah militer, ya itulah tugas mereka, kalau penjahatnya bikin ulah di Perkotaan, seperti Bom di İstanbul, bisa dilihat yang eksis yang pak polisi.

Tapi menurut beliau tugas di lapas anak itu yang paling bikin stress, karena yang dihadepin anak remaja, dengan emosi yang belum stabil, kalau mereka berbuat onar, ga bisa asal main tangan, bisa kena sidang disiplin. Pernah dulu, awal kerja, kebetulan bagian shif- temannya, ada anak yang mencoba melakukan percobaan bunuh diri, dengan melilitkan kabel telpon kelehernya, anaknya sih selamat, nah yang bertugas hari itu kena hukuman semua, apalagi sampai masuk media. Beliau pernah dapat pelatihan juga dari organisasi Uni eropa untuk penanganan kriminalitas anak dan remaja. Jadi emang super ketat aturannya. Dan menurut beliau tugas di Acık itu lebih enak, maksudnya untuk tekanan pekerjaan, pengawasan juga lebih longgar, karena lebih ke Balai pelatihan kerja dibanding penjara, herannya ya tetap aja ada yang pengen kabur.

lokasi yang memang selalu dibangun jauh dari peradaban manusia modern-.-