Pagi tadi, suami yang sudah berangkat kerja, telpon, minta saya turun ke bawah untuk menemui dia dari balik pagar kawat. Berhubung kami tinggal di lojman dan bersebelahan gedung dengan lapas, jika ada perlu sesuatu, atau ada barang yang tertinggal di rumah, bisa diantarkan lewat pagar pembatas. Saya turun pagi-pagi sekitar jam 8, dia sudah menunggu dibalik pagar dengan 3 bungkusan sayur: mentimun, zuccini dan tomat segar. Rupanya warga binaan sedang panen dan hasil panennya dijual, terakhir suami pernah beli dua ikat selada segar.

Penjara terbuka itu apa?

Open prison atau di İndonesia dikenal dengan nama lapaska. Bisa disebut lapas produktif juga, lembaga asimilasi, dimana tahanan yang dianggap berkelakuan baik dan sudah menjalani setengah hukumannya, biasanya bisa dipindah ke jenis lapas ini. Disini saya menceritakan tentang Lapaska versi Turki saja ya, bukan untuk perbandingan, hanya menggambarkan kondisi lapaska disini saja.

Lapaska Turki

Turki memiliki 37 open prison, lembaga asimilasi ini lebih mirip bangunan asrama, dengan ranjang tingkat, penghuninya tidak dijeruji, dapat fasilitas telpon-hanya telpon koin-yang ada di area terbuka. Fasilitas pendukungnya: Perpustakaan, kantin, ada Hoca-untuk belajar agama.

Tidak ada petugas keamanan-biasanya jandarma- Hanya petugas dan pegawai lapas saja, pengamanan longgar.

Penghuni open prison atau açık ceza evi, wajib memiliki pekerjaan. Lapas juga bekerja sama dengan para pengusaha untuk tenaga kerja, untuk ditempat si baba saat ini tugas,bekerja sama dengan salah satu pabrik sepatu, brand lokal Turki yang cukup terkenal dengan sepatu kulitnya. Mereka (pihak pabrik) memberi pelatihan untuk membuat sepatu dan mempekerjakan juga para penghuni acık ceza evi. Tenaga mereka juga dibayar, gajinya dikumpulkan dan bisa diambil ketika sudah resmi keluar, jika penghuninya wafat bisa diwariskan kepihak keluarga.

Selain bekerja membuat sepatu, sebagian lagi bekerja membuat kerajinan dari kayu, Nah berhubung İskilip terkenal sebagai daerah penghasil kerajinan tangan dari kayu, mereka juga dapat pelatihan membuat berbagai hiasan, kerajinan tangan mulai dari gantungan kunci sampai aneka tas rajut.

Sebagian lagi diajarkan untuk bertani, menggarap lahan gandum, membuat rumah kaca dan menanam aneka jenis sayur, hasil panennya dijual ke pasar, dan bisa juga dibeli para pekerja di lapas. Seperti hari in, beli sayur 3 plastik besar. Untuk harga tetap harga pasar, keuntungannya diberikan kepada para penghuni yang bertani.

Bidang pekerjaan di lapas terbuka, tidak semua daerah sama, biasanya disesuaikan dengan keunggulan daerah tersebut, semisal untuk daerah mediteranian, mereka mengelola perkebunan zaitun, mengolah minyak zaitun dan buah zaitun, lalu ada juga yang mengelola pabrik pembuatan selimut dan hasilnya *dari saya baca berita* di ekspor juga ke eropa hasil kerja mereka. Ada banyak jenis usaha yang diberikan dilembaga asimilasi ini dan tentu saja mereka juga dibayar.

Ada juga açık ceza evi yang mengelola restoran, tepatnya di kota kırsehir, dari semua chef sampai pelayan restoran, mereka semua warga binaan, masyarakat bisa makan dan bersantai di area restoran tersebut. Bagaimana sensasi makan di restoran yang dikelola narapidana? silahkan mampir ke kota kırsehir, saya aja belum sih:D tidak semua menyeramkan kok, contoh saja, punya kenangan indah buat mata–astagfirullah-– waktu awal tinggal di komplek , ada kerja bakti bersihkan halaman komplek, para warga binaan yang kerja bakti, ada lelaki tampan dan menawan bak model, dengan wajah good looking, tinggi menjulang, lagi nyabutin rumput, untung bukan generasi ‘rahim anget’ bak netijen generasi Z, udah cukup baba dirumah, itu juga ga abis-abis:D

Dibawah ini restoran yang dimaksud:

Lalu bagaimana kalau tahanan kabur sebelum masa penahanannya habis?

Dİtempat sekarang, pernah ada tahanan yang kabur, petugasnya hanya telpon jandarma, jika tertangkap akan dibalikan ke lapas tertutup lagi, sayangkan, malah rugi sendiri! Mau kabur juga terserah, tapi data di E-govermentnya belum bisa di-clear-kan karena masih terdata sebagai narapidana. Mending nunggu ‘Lulus’ aja kan, digaji juga. Fasilitas cukup nyaman, hiburan juga ada. Untuk kapasitas di tempat saat ini, terakhir berpenghuni 700 orang. Cukup besar memang. Karena pandemi, Pemerintah memberikan cuti ke para penghuni acık ceza evi, bisa pulang dulu ke rumah masing-masing. Harusnya cuti berakhir juli 2022, entah kenapa di majlis rakyat dan atas keinginan presidennya juga, cuti diperpanjang sampai juli 2023 (tahun politik, Turki ada pemilu) dan juga problem inflasi, mungkin ya bisa sedikit mengurangi anggaran gitu, entahlah.

Apakah bisa difoto? selain pihak adalet bakanliği (Semacam depkumham) wartawan, warga sipil bahkan para pekerja lapas dilarang asal motret kondisi didalam lapas, kecuali foto untuk koleksi pribadi, apalagi sampai diposting di sosial media, ada denda yang cukup besar, jika yang posting para pekerja lapas, wajah narapidana eksis juga di akun sosial medianya, terancam kena sanksi berat sampai pemecatan.

Dulu, waktu di İstanbul, saya juga dibelikan si baba baju atasan, cukup rapih jahitannya, hasil jahitan mereka, anak-anak diberi jam dinding dengan wajh marsha and the bear, cuma si Alya ketakutan, karena muka marshanya serem hehehe, ga sesuai gambar aslinya agak mirip chukky-.-‘ jamnya sih bagus cuma gambar marshanya ganggu banget ditempel di dinding.

Toko yang menjual segala hasil produksi dari penjara terbuka

Mereka memang disiapkan berbagai keahlian dan juga digaji sebelum kembali ke masyarakat, kalau menurut si baba, mereka cukup nyaman terfasilitasi, heran aja kalau masih mau kabur-kaburan. Dibanding jenis lapas lain, menurut dia, tugas di lapas ini, lebih berkurang stressnya, yang paling bikin stress lapas anak dan remaja, ya ngadepin usia remaja bukan perkara mudah, ada banyak cerita di balik kasus sehingga mereka harus dibina, berujung sampai suami kepikiran anak cukup 1, ga punya anak juga engga masalah, saking tekanan cukup tinggi ngurusin mereka.