Hari Minggu 13 maret, kami pergi ke yayla, tempat favorit kami selama di İskilip untuk bersantai di alam bebas. Dari rumah sekitar pukul 4 sore, salju turun tipis, cuaca tapi hangat. Ketika keluar dari gedung, saya sempat menyapa teman bernama nazli, dia sedang mengasuh kedua anaknya di halaman gedung. Lama tidak berjumpa, karena saya jarang keluar terutama ketika fatih dan babanya positif corona, otomatis lebih banyak menghabiskan waktu didalam rumah saja, Nazli juga lebih sering di rumah, karena anak-anaknya sakit, anak terbesar bronkitis lalu adiknya baru operasi amandel. Saya menyapa dia, kemudian kita janjian untuk bertemu malamnya melanjutkan obrolan sambil ngecay menerima undangan dari dia untuk bertamu, karena suaminya yakub, masuk kerja dan pulang keesokan hari.

Kemudian kami melanjutkan rencana untuk ke yayla dan mengisi persediaan air minum di rumah, biasa kami pergi ke cesme di jalan menuju yayla. Karena rencana ingin ke yayla dulu, untuk bermain di alam bebas, mobil bablas ke arah elmalık menuju yayla, sedang rencana mengambil air ke cesme nanti pulangnya. Dengan percaya diri, berangkat ke yayla dan ternyata ajaibnya di yayla justru turun salju lebat, padahal dijalan menuju kesana, salju hanya tipis, si baba tetap menyetir sampai lokasi favorit kami untuk bersantai, saya sudah meminta dia untuk putar balik saja, karena takut mobil tergelincir dijalanan bersalju, jalanan sangat sepi, tidak bertemu penduduk satupun. Si Baba bablas saja, ngeyel.

Anak-anak tetap senang bermain salju, sementara si baba kurang kerjaan malah nyuci mobil ditengah hujan salju, karena dekat mata air, kemudian air yang tumpah ke jalan langsung beku, sumpah ini kurang kerjaan banget dia. Saya hanya sempat mengambil beberapa foto, karena tidak tahan juga dengan suhu dingin sementara lupa untuk membawa sarung tangan.

Tidak lama kemudian, si baba inisiatif untuk mengajak pulang, karena belum mengambil air di çesme, sedang jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Di jalan pulang, salju tidak banyak, tapi angin cukup menusuk tulang, sesampai di cesme, dia sendiri yang mengisi air di galon yang kami bawa, sedang saya dan anak anak langsung menuju sungai kecil di belakang cesme, biasanya jika musim panas, airnya cukup bening, sayangnya dipinggiran anak sungai ini, banyak sekali sampah.

Bermain sebentar di dekat sungai, mendokumentasikan dalam video dan saya unggah di kanal youtube RAHMA BALCİ untuk dokumentasi saja, perjalanan dan kenangan yang kami lalui selama menetap di tempat sekarang.

Yayla adalah tempat favorit saya dan suami untuk bersantai, kalau bahasa netijen sekarang: Tempat healing, bersantai di alam terbuka, biasanya jika musim panas, kami sekalian berpiknik, dan anak anak bermain bebas di alam.

Ditinggal teman turki pindah

Malamnya saya bertamu ke rumah nazli di lantai dua. Meski jarak usia kami cukup jauh, dia berusia 25 tahun, obrolan kami cukup nyambung, apalagi dia juga sangat menyukai drama korea. Nazli mengabarkan kalau yakub suaminya lulus ujian kenaikan pangkat. Artinya bulan depan mereka harus segera pindah dari komplek menuju tempat tugas baru. Saya terkejut juga, karena mengira kami akan sama sama pindah dari komplek ini tahun depan 2023, ternyata mereka lebih cepat.

Sebagai informasi, untuk kenaikan pangkat harus ikut ujian negara di Ankara, yakub yang juga teman si baba, sama sama mutasi kerja dari İstanbul,Sudah naik pangkat karena lulus ujian. Dia sedang menunggu penempatan tugas baru, nantinya diberi pilihan, kota-kota mana yang bisa dia pilih. Kemudian pilih satu kota, lalu menunggu keputusan dari pusat, kalau kota yang dipilih ada pos baru , ditempatkan sesuai pilihan, kalau tidak ada. Ditentukan oleh pusat. Nazli harap harap cemas, inginnya dapat penempatan di Ankara atau di kota asalnya kırıkkale, dia juga berharap ditempatkan di daerah EGE seperti balıkesir.

Waktu saya cerita sama si Baba, dia malah bilang, paling di Doğu anadolu, yah jauh amat, ujung Turki perbatasan sama İran sana. Lalu kapan si baba tergerak untuk naik jabatan juga? saat ini belum terpikir, pertimbangannya adalah sekolah anak. Nazli dan yakub anak terbesarnya seumuran Alya, masih TK,sedang Fatih tahun depan lulus SD, Kalau ikut ujian tahun ini, sementara anak masih sekolah, kasihan anak yang harus pindah ditengah semester, misal bulan maret pengumuman lulus naik jabatan, April sudah aktif bekerja di posisi baru. Hal seperti ini beliau pikirkan. Bertahan dulu demi pendidikan anak.

Resiko naik jabatan adalah: setiap 5 tahun dipindahkan tugas terus. Karena posisi jadi kepala Tim, sedang si Baba masih nyaman saja jadi staf, tidak diatur jangka waktu berapa lama tugas di satu lapas. Waktu saya tanya kenapa ga nyoba ujian untuk posisi idare memur-posisi staf di kantor- alasannya ? karena kerjanya tidak BERSERAGAM! astaga, segitu cintanya menggunakam seragam, untuk posisi idare memur, layaknya pekerja kantoran biasa, ber jas dan dasi. Dİa terpikir untuk kuliah S2 tapi tertahan karena biaya. Jenjang karir juga jadi bisa naik terus, 3 tahun setelah jadi idare memur dia bisa daftar ujian negara lagi untuk posisi jabatan lebih tinggi. Artinya kesempatan karir juga banyak. Saya sih pikirannya ingin dia maju terus ambil kesempatan selagi ada.

Dia yang awal saya kenal, pernah bekerja serabutan, kerja di pabrik, lalu ketika nanti pensiun, jadi seorang pemimpin, wah ada rasa haru tentu saja, hahaha obsesi istri, maunya lihat dia maju terus, membuktikan diri, karena saya yakin sebenarnya dia bisa! cuma males aja sekarang hehe. Doakan si baba semangat untuk maju ya.

Balik lagi ke cerita Nazli ini, karena suaminya sudah pasti pindah tugas, jujur saya agak sedih kemarin, bakal kehilangan teman turki yang baik dan asyik, kami akan berpisah semua, tahun depan juga masa menempati komplek dinas selesai, kami dipastikan juga pindah dan belum tahu kemana, tidak hanya Nazli, beberapa temandi komplek juga dipastikan musim panas nanti pindah semua, lalu berganti penghuni baru. Ya memang kehidupan komplek dinas seperti ini, datang dan pergi, tidak ada yang menetap lama, semua dibatasi. Saya memang harus menyiapkan hati sebagai keluarga nomaden di Turki, sampai si baba pensiun, belum jelas akan menetap lama di kota mana. Capek ya, pindah pindah terus. Selama tinggal di Turki sudah 3x pindah kota. Pada akhirnya sahabat terdekat saya satu satunya ya si Baba. Teman yang lain, teman kenal diperjalanan hidup. Mereka datang dan akan pergi lagi, yang menetap lama disamping saya insha allah sampai menua bersama adalah si baba. Jadi akur akur aja lah..teman berantem, teman debat, teman main, teman healing ke yayla, kalau saya udah ngomong: ” balım, sıkıldım”…itu sudah kode tersendiri. İstrinya butuh udara segar biar tetap waras dan ga berubah jadi macan karena kelamaan terkurung di dalam rumah, dan biasanya ya ke yayla, tempat healing sambil hunting foto.