Berawal tahun 2020, ketika pandemi corona melanda dunia, banyak pembatasan aktivitas di mana-mana, si baba juga lebih banyak waktu di rumah, jam kerja berubah. Wajib tinggal di asrama 10 hari selama kerja, nah karena sering tinggal di asrama, untuk menghabiskan waktu selain main hp, beliau mulai order buku-buku bacaan hingga keterusan sampai sekarang, tiap bulan memiliki target baca buku. Berbagai buku bacaan dia beli, antara novel serial kriminal, percintaan dan psikologi sampai buku tentang NLP (Neuro linguistic programing)
Harga buku murah di Turki?
Menurut amandemen yang dibuat dalam Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai ini, mulai 1 Februari 2019, penerbit berhak untuk: mereka tidak akan mengenakan PPN dalam penjualan grosir mereka ke distributor dan toko buku, atau dalam penjualan eceran kepada orang sungguhan yang bukan pembayar pajak PPN langsung dari e-commerce atau penerbit.
Tahun 2019, Pemerintah Turki mengeluarkan aturan tentang PPN untuk penerbitan buku, per-1 Februari 2019 Turki memberikan pembebasan PPN untuk penjualan buku yang dijual langsung oleh penerbit.
Contoh harga buku: karya Dan brown ‘the lost symbol’ dikenakan harga 50 lira (sudah diterjemahkan dalam bahasa Turki) untuk versi aslinya dalam bahasa inggris 125 lira, memang lebih mahal, saya cek di marketplace İndonesia pun harganya diatas 100 ribu rupiah. Pemerintah Turki membebaskan PPN untuk penjualan buku di e-commerce langsung dari penerbit, tapi mengenakan PPN 8 % jika membeli di Toko Buku. Pilihan terbaik tentu saja berburu online bukan?

Hari ini datang paket, dari salah satu penerbit yang menjual langsung buku secara online: kitapyurdu. Si Baba membeli 7 buku, 1buku anak untuk Fatih. Total yang dia bayar 99 lira, dengan kurs lira yang sedang anjlok, 100 ribu rupiah untuk 7 buku, setengahnya buku terjemahan. Dia membeli kembali buku tentang NLP. Karena koleksinya semakin banyak, rak buku sudah tidak muat lagi, sebagian buku yang dia beli di istanbul sudah dikirim oleh abinya, cita-cita beliau sederhana, ingin memiliki perpustakaan pribadi suatu saat nanti.
Alasan si Baba mencintai Buku?
Sebagai seorang anak bungsu dengan jarak umur cukup jauh dengan ke 4 kakaknya, beliau banyak menghabiskan waktu sendiri karena kakak kakaknya sudah keluar dari rumah, Anne dan baba berprofesi sebagai petani, hari hari mereka banyak dihabiskan di kebun, terkadang dia ikut atau tinggal di rumah seorang diri, belajar mandiri, temannya selain TV adalah buku. Buku apa saja dia baca dengan alasan untuk menghabiskan waktu menunggu anne baba pulang.
Kenapa tidak bermain dengan teman teman di desa? desa yang ditinggali cukup kecil, dia hanya memiliki beberapa sahabat dekat, ada satu yang dia anggap benar-benar sahabat terdekat, sayangnya keluarga mereka berangkat ke jerman untuk mengadu nasip saat itu. Pernah beliau cerita, saking bosannya di rumah menunggu anne baba pulang, bahkan dia baca buku soal soal ujian yang ditemukan di gudang, kertas bekas yang menumpuk. Kemudian beliau bertekad, disaat nanti memiliki penghasilan sendiri, dia akan menyisihkan uang untuk buku.
Sebelum dikenakan bebas ppn, beli buku termasuk jarang, kemudian setelah bebas ppn seperti saat ini dan hikmah pandemi, sering terkarantina ketika bertugas, akhirnya semakin sering order buku untuk mengisi waktu.
Setiap hari sebelum tidur, beliau memiliki spot baca sendiri di ruang tamu, mendisiplinkan diri untuk mencapai target bulanan, berapa buku yang harus dia baca.
Lalu bagaimana dengan saya?
Untuk level membaca koleksi buku beliau, saya belum sanggup, masih di level buku bahasa Turki untuk anak-anak, jadinya lebih milih buku buku Fatih dibanding koleksi buku si baba, baru baca selembar saja rasanya udah pusing hahaha, bayangkan buku yang diminati tentang NLP dan banyak istilah asing yang saya harus cari dulu arti nya. Semoga suatu saat level baca saya untuk buku berbahasa Turki naik. Sekarang masih merangkak, apalagi kalau buku sastra..aduh nyerah dulu deh.

Iya juga ya..bahasanya pasti Turki. Tapi lumayan nambah perbendaharaan suku kata
LikeLike