Tanggal 14 januari lalu, rendevu pertama ke klinik periodontologi di KU university, Saya dapat rendevu jam 10 pagi, karena jarak dari iskilip ke kırıkkale memakan waktu 2 jam perjalanan, keluar dari komplek pukul 7 pagi setelah subuh. Jam di musim dingin tidak menerapkan DST lagi, pergeseran jam diwaktu musim panas dan musim dingin, alhasil jam 7 pagi suasana masih gelap di luar, dibulan januari, masuk musim dingin suhu saat dipagi hari saat itu saya cek di hp -9c, lumayan dingin bukan? oh ya tidak lupa perbekalan di tas, dua roti sandwich, susu kotak, dua buah jeruk manis, dua wafer coklat, air minum dibotol, karena bawa anak, wajib sedia bekal di perjalanan, bagi mereka, saya adalah gambaran doraemon dengan kantong ajaibnya, suami juga menganggapnya seperti itu. İbu-ibu selalu jadi tim rempong.

lalu ada kejadian menyebalkan sebelum kami berangkat menuju kota kırıkkale.

Di parkiran, suami sedang me-lap mobil dan menyingkirkan bunga bunga es dari atap, dari kaca. Mobil seakan baru dikeluarkan dari mesin pendingin dan diselimuti es, setelah dirasa cukup me-lap mobil, kemudian memanaskan mesin, dia sudah duduk di kursi penyetir, saya pun masuk ke dalam, duduk di kursi sampingnya kemudian tutup pintu, karena udara cukup dingin diluar..Brrrrr…, tapi tiba-tiba, kok bau ya.., langsung saya tanya ke dia ” kamu kentut?” tanpa merasa bersalah, pasang wajah tanpa dosa. Huahh langsung saya buka pintu kembali dan berdiri di luar, supaya udara di dalam mobil yang beraroma kentut suami segera tergantikan, bertahan diluar dengan cuaca -9 c gara gara suami kentut.

Setelah bau kentut hilang, saya masuk kembali dan mobil dinyalakan, Bismillah perjalanan dipagi hari dimulai, tanpa banyak bicara, karena sebenarnya juga menahan kantuk, Alya yang kebetulan ikut, langsung ambil posisi tiduran kembali dikursi belakang, bawa bantal dan selimutnya, Bisa dibilang perjalanan menuju kota kırıkkale sedikit membosankan karena medan jalan yang kita lewat kebanyakan tanah gersang, bukit kapur, ladang gandum, ciri khas iklim di daerah iç anadolu-area Turki tengah-bayangkan mirip dataran dataran di kapadokya versi kurang populer aja.

Tepat pukul 9 lewat 10, kami sudah sampai di kırıkkale, suami langsung menyalakan yandex maps untuk menuju tempat yang kami tuju, butuh sekita 1.3 km saja sebenarnya, karena takut salah ambil belokan dan mutar balik cukup jauh, pakai petunjuk. Aplikasi mengarahkan pintu masuknya lewat gerbang depan kırıkkale university, tapi kemudian ditolak satpam yang berjaga di pintu masuk, diminta lewat jalan lain khusus pengunjung rumah sakit, karena gerbang kampus hanya diperuntukan mahasiswa dan yang berkepentingan di area kampus. Klinik periodontologi berada di RS pendidikan milik kampus ini, masih se area.

Mobil putar balik, ambil arah yang ditunjukan satpam tersebut sampai akhirnya ketemu jalan yang dimaksud , kemudian pakir di depan gedung yang kami tuju, langsung masuk gedung berjalan ke arah bagian resepsionis, karena sudah ada rendevu dari bulan november tahun lalu, diminta langsung naik ke lantai 2 bagian periodontologi (Saya tidak ada dokumentasi sama sekali suasana didalam gedung, ya daripada kena tegur:)

Sesampai dilantai dua, diminta menunggu. Meski belum menunjukan pukul 10 pagi, saya dapat panggilan masuk ruangan, ya karena ini rumah sakit pendidikan, tidak sepenuhnya ditangani dokter bagian periodontologi, dibantu mahasiswa kedokteran atau dokter yang sedang ambil spesialis.

Gingivitis-Radang gusi

American Academy of Periodontology mengatakan sebanyak 30 persen kasus penyakit gusi disebabkan oleh faktor genetik. Jadi, apabila kakek, nenek, kedua orang tua, dan saudara kandung Anda ada yang mengalami radang gusi, maka kemungkinan Anda berisiko mengalaminya juga.

Orang dengan riwayat turunan radang gusi enam kali lebih berisiko mengalami berbagai bentuk penyakit gusi.

sumber:helosehat .com

Dulu saya mengeluh kenapa dengan gigi saya, bapak membawa saya ke dokter gigi di klinik resna serpong, lokasinya dulu di depan stasiun serpong. Di klinik ini baru saya paham kalau sakit gigi yang sering saya keluhkan, adalah genetis dari bapak, Kondisi gigi bapak cukup parah, sekarang sebagian sudah tanggal. Karena kondisi ini, frekuensi saya ke dokter gigi cukup sering, untuk membersihkan karang gigi terutama. Dokter pernah mengatakan kalau saya harus 3 bulan sekali membersihkan karang gigi, harus lebih telaten. Kalau dibilang apa saya malah menjaga kebersihan gigi? sikat gigi rutin. Dirumah koleksi pasta gigi aja lengkap, sikat gigi 1 atau 2 bulan sekali diganti sama suami.

Klinik periodontologi

Di klinik langsung ditangani dokter, ditanya tanya dulu, bersihin giginya manual-.-‘ sampai keluar air mata saking sakitnya, awalnya ditawarin mau suntik anestesi ga, lalu datang dokter utamanya, malah bilang kayaknya ga usah, tahan aja…:S karena kasus gigi ini udah level ‘mengkhawatirkan’, dokter minta minggu depannya datang lagi, ga bisa langsung hari itu. Kemudian seperti biasa diberi resep obat kumur lagi.

Mencoba minyak kelapa

Beberapa bulan lalu, gigi geraham sensitif dan membuat sulit makan, ngeluh sama suami, kemudian dibawa ke klinik gigi di pusat kota Corum, ujungnya cuma diberi resep antibiotik, obat kumur dan pain killer. Kemudian salah satu teman balas DM, menyarankan untuk mencoba minyak kelapa sebagai pengganti pasta gigi, dia cerita tentang kebiasaan barunya beralih pasta gigi ke minyak kelapa, keluhan gigi sensitifnya langsung hilang, sempat juga cari bacaan di google, lalu menemukan:

Khasiat minyak kelapa untuk gigi dan mulut, juga bisa mencegah peradangan gusi. Minyak kelapa mengandung asam laurat yang lebih efektif membunuh bakteri dibandingkan jenis asam lemak lainnya — termasuk Mutans streptococcus, bakteri penyebab bau mulut, gigi berlubang, dan pembusukan gigi.

sumber:hellosehat . c

Tertarik dengan ide teman, saya kemudian beli minyak kelapa organik yang dijual di BİM, pertama beli harga 13 lira, seminggu kemudian saya beli lagi sudah ganti harga jadi 20 lira, ya inflasi yang menggila di Turki, setiap hari harga bisa berubah-ubah. Bismillah nyoba menggunakan minyak kelapa untuk sikat gigi. Awal nyoba emang terasa aneh, karena minyak dan meninggalkan bau kelapa dimulut. Pokoknya kurang nyaman, berusaha saya rutinkan, dan seperti kata teman saya, yulia. Rasa sensitif di gigi saya juga berkurang, Wow! dan gusi tidak berdarah lagi. Saya selang seling sikat gigi menggunakan minyak kelapa, dan untuk selanjutnya tetap kontrol ke dokter, meski minyak kelapa membantu mengurangi keluhan,tapi urusan penyakit ini tidak sepenuhnya hilang, penanganan dokter gigi tetap saya butuhkan.

Besok tanggal 19, saya kontrol lagi tahap ke-dua, nanti saya cerita lagi, saya masih harus bolak balik ke rumah sakit gigi, sejauh ini masih ditanggung SGK (bpjs versi Turki) untuk rontgen gigi bayar 89 lira (awal berobat) memulai perawatan di klinik sudah ditanggung SGK, bertahap perawatan giginya.

to be continued…