Waktu awal pandemi, untuk urusan cuci tangan, rasanya orang Turki tidak akan sepanik İndonesia, sampai borong Hand sanitizer, mencuci tangan sudah menjadi kebiasaan warga sini. Orang Turki jadi nomer dua di Dunia untuk urusan cuci tangan paling rajin, nomer satu nya orang Bosnia. Setiap rumah menyediakan hand sanitizer, dan menjadi barang yang wajib di beli tiap bulan.

Untuk urusan kebersihan rumah, orang Turki memang juara! saya sering cerita bagaimana rajinnya ibu-ibu Turki kalau udah urusan bebersih rumah, Mata ibu ibu Turki sangat jeli melihat kotoran atau sampah di lantai, langsung sigap membersihkannya kalau perlu meski sedang ada tamu, vacuum cleaner juga mereka keluarkan. Meski rajin bebersih rumah berbanding terbalik dengan bebersih badan, ini yang kontrasnya. Kalau tidak percaya? silahkan liburan pas musim panas ke İstanbul dan naik kendaraan umum, bau bau syedapppp beraneka aroma akan mudah ditemukan. Entah karena memang sudah genetik bangsa ini atau karena kebiasaan mereka yang mengkonsumsi protein hewani beserta turunannya yang cukup tinggi berefek ke BB yang aduhai dikala cuaca panas.

Orang Turki kadang gila kebersihan

Oh ya Balik lagi ke cerita urusan Cuci tangan. Kebiasaan baik ini sudah mendarah daging di keluarga Turki, Seperti yang biasa dilakukan di rumah, Babanya setiap Fatih pulang sekolah, selalu aja kasih intruksi: ” el yikaaaa oglum” ga boleh nyentuh apapun kalau baru masuk rumah sebelum cuci tangan.Peraturan ketat. Dan untuk anak-anak, hal terlarang pegang Uang, apalagi uang logam, alasan si baba: ”cok mikrop”. Banyak bakteri, kuman dll, anak-anak jangan dibiasakan pegang uang. Ketauan anak-anak pegang uang, anne nya kena tegur. Ada plus minusnya sebenarnya, disatu sisi, terjaga kebersihan anak-anak, disisi lain. Fatih agak telat tahu nominal uang, pertama kali masuk sekolah, dia dikasih 5 lira, dia jajan di kantin 2 lira, kembalian 3 lira dia bagikan ke temannya. Belum kenal konsep menabung, Konsep sedekah dulu ala Fatih, alasannya. kasihan temannya mau jajan juga, jadi dia kasih sisa uangnya semua. Jadilah tuh PR si Baba ngenalin nominal uang. Tapi tetap mereka dibatasi memegang uang, kalau Babaannenya kasih uang, Fatih langsung kasih ke saya–sebagai Bank:D–