Hari ini dapat jadwal vaksin booster ke-3, Suami membuatkan rendevu online, pagi hari sekitar pukul 8: 30, berangkat dari rumah menuju hastane, sekalian bawa Alya ke dokter anak, Alya sudah 4 hari demam, dia sendiri yang ingin diperiksa ke dokter, malam sebelumnya minta ke baba, bertiga berangkat ke hastane, kalau Fatih? dia masuk sekolah seperti biasa, Alya sementara libur total seminggu, karena rentan sekali selama sekolah TK, sering batuk pilek, jika ada temannya sakit, ada aja yang nular ikut sakit, malah hari senin lalu, Gurunya menulis di Grup, kalau hari itu ada 12 anak yang kompak tidak masuk sekolah, hampir satu kelas.

Ya apalagi semenjak pandemi korona, memang disarankan, jika anak ada keluhan sakit untuk tidak masuk dulu ke sekolah. Ok balik lagi ke cerita hari ini. Setelah beres memakaikan jaket dan dobelan kulop çorap, berdua dengan Alya turun kebawah, kami tinggal di lantai tiga, sementara baba sudah turun terlebih dahulu sekalian membuang sampah dan lanjut menyalakan mesin mobil.

Wah pemandangan diparkiran luar biasa, hampir semua kaca mobil diselimuti bunga-bunga es, si baba berusaha untuk membersihkan kaca mobil terlebih dahulu, mengelap kaca dan menyalakan pemanas, supaya es mencair, ribet memang, apalagi suhu pagi disambut -8 c, Lumayan banyak bunga es dimana-mana, dengan susah payah, kaca didepan stir mobil berhasil dilap, kemudian sepanjang jalan, perlahan mulai mencair dan berbagi tugas dengan saya ngelap kaca.

kaca mobil membeku

Alya ke dokter, saya vaksin ke-3

Sesampai di depan rumah sakit daerah, keluar dari parkiran, kami disambut salju tipis-tipis, meski saat itu sinar matahari lumayan cerah, tapi mulut berasap, untuk suhu dibawah -5c, saya baru menggunakan jaket tebal, dobelan termal dan sepatu boot, biasanya cukup dengan manto/mantel. Jika suhu masih bisa ditolerir, berhubung hari ini -8 c, akhirnya jaket beruang kutub keluar heheh, saya nyebutnya seperti itu, karena lebih tebal dan berasa gemukan-.-‘

Setelah Alya diperiksa dokter lanjut kebagian vaksin, naik satu lantai, antrian ga cukup panjang, hanya sekitar 3 orang di depan saya, masuk ruang vaksin, isi kertas surat pernyataan, nama, no kimlik dan tanda tangan, lalu serahkan ke petugas yang mendata di depan komputer, ada dua petugas jaga, dan satu perawat (pria) yang kebetulan bertugas untuk menyuntikkan vaksin. Proses cepat, diminta tunggu sebentar di depan ruangan, lalu silahkan pulang. Tidak lama, saya dapat sms dari departemen kesehatan, kalau saya sudah vaksin, si mbak-mbak petugas yang nyatet data di depan komputer langsung masuk sistem depkes Turki, kemudian cek app yang juga terkoneksi dengan data depkes:

Bukti sudah vaksin

Langsung tools berwarna hijau semua, artinya sudah menjalani vaksin, kalau belum vaksin biasanya bulatan berwarna abu-abu. Semua terkoneksi dengan baik, belum pernah dengar ada ‘joki vaksin’ seperti di İndonesia, sampai rela disuntik 16 kali (hari ini baca berita lewat sosial media:)) kebayang lah 16x, saya suntik 3x saja rasanya lengan pegal seharian, meninggalkan rasa tidak nyaman ketika tidur.

Kemudian kami pulang, sebelumnya si baba pergi ke apotik dulu, nebus resep obat untuk alya, lanjut turun ke bawah, karena posisi rumah sakit didaerah atas, mampir market A101 (dibaca: ayüzbir) beli beberapa kebutuhan di rumah yang mulai habis, untuk belanja, biasa satu minggu sekali, setiap hari rabu karena hari pasar sayur dan buah. Setelah dari market lanjut menuju pasar sayur dan buah, untuk kali ini, saya tidak ikut turun, karena Alya badannya masih hangat, kami tunggu di dalam mobil, baba ke pasar sendirian belanja, apalagi suhu cukup dingin-8 c, sementara baba belanja saya scroll sosial media saja.

Pulang kembali ke rumah tepat pukul 11, saya lanjut membuat sarapan yang tertunda, si baba kebetulan beli roti simit juga di pasar, lanjut masak untuk makan siang fatih, karena jam makan siang dia pulang ke rumah diantar mobil jemputan, Sementara alya setelah minta minum susu dia ingin tidur kembali, belum nafsu makan, sambil masak untuk fatih saya juga mulai mikir untuk membuat menu makan alya, membuat menu nasi goreng sosis dan sayur, ada sisa nasi kemarin (nasgor for lyfe!!) Untung fatih doyan, kalau alya kurang suka, jadi saya harus mikir menu makan untuk alya, Dan pilihan jatuh ke yoğhurt çorbası alis sup yoğhurt.

Seharian deh di dapur, karena lanjut lagi mikir menu untuk babanya, duh emang ya, untuk ngasih makan anak dan suami saja masih butuh menu beda-beda, saya fleksibel saja, tapi kadang si bungsu kurang suka masakan indonesia.

Tanggal 22 desember resmi masuk musim dingin di Turki, sebagian sudah disambut salju, untuk di daerah kami, baru di daerah atas turun salju, jadilah perbukitan diselimuti salju Semua, tapi hawa dingin merata, artinya sekarang kalau ada perlu keluar rumah, jaket beruang kutub yang dipakai:D