10 tahun lalu. Masih merasakan kurs lira 1 lira = Rp.6000,00, tahun 2021 akhir: bahkan Rp.1000 juga tidak sampai.

Merosotnya nilai tukar lira, banyak faktor, mulai dari peristiwa kudeta yang gagal 2016, berdampak ke ekonomi, lalu kasus seorang WN amerika yang ditahan sebab politik, embargo industri baja, ditambah politik luar negerinya di negara tetangga, dihantam corona juga…habis habisan!

Sekarang 1 usd mencapai 15 lira, rekor! Harga kebutuhan pokok naik dengan cepat, bisa tiap hari harga di market berubah, yang terkena dampat besar? Tentu saja rakyat kecil, angka pengangguran naik tajam. Luar biasa Turki.

Tetap bertahan

Mau bagaimanapun tentu saja terasa, karena sumber penghasilan dalam kurs lira, keinginan mudik entah kapan terealisi? Ditambah peraturan di İndonesia juga menurut saya ajaib, berdasarkan strata? Publik figure ga karantina, hanya karena sopan sama hakim, lolos dari hukuman, lalu pejabat negara , dan hanya orang orang yang dianggap spesial bisa lolos karantina.

Tahun 2022, entah seperti apa, semoga lebih baik, ekonomi stabil kembali…